02 August 2020, 19:13 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus untuk Awasi Indikasi Tawuran


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mencegah terjadinya tawuran antarkelompok atau warga. Pasalnya, tawuran antarkelompok kembali marak meski di tengah pandemi korona (covid-19).

Terakhir, Polrestro Bekasi Kota berhasil amankan pelaku pembacokan, yakni Mikel Stefanus Ferdinan (MSF) terhadap korban Geri Sean Natanial Bosen (GSN) saat tawuran di halaman depan minimarket di Pasar Lama Jalan Raya Hankam Kel.Jati Rahayu Kec. Pondok Melati Kota Bekasi, Minggu (2/8) dini hari. 

Kejadian itu berawal dari dendam lama dan keduanya pernah terlibat tawuran di waktu sebelumnya.

Menurut Yusri, rata-rata kelompok ini membuat janji untuk tawuran dengan menggunakan media sosial. 

“Mereka menggunakan media sosial untuk mengundang lawan tawurannya, seperti di Bekasi atau Jakarta Timur,” tutur Yusri kepada Media Indonesia, Minggu (2/8).

Baca juga: Tawuran Kembali Marak, Pengamat: Titik Jenuh Warga Sudah Parah

Yusri pun mengaku polisi akan menindak tegas bagi siapapun yang melakukan tawuran.

“Kita akan tindak tegas, bukitnya kita telah ungkap semua kasus tawuran, yang penting kita lakukan tegas sehingga membuat mereka jera,” paparnya.

Aksi tawuran atau mencelakai orang lain di tengah pandemi Covid-19 tengah marak kembali usai pemerintah DKI Jakarta memberikan kebijakan PSBB transisi.

Sebelumnya, kenakalan pelajar di tengah pandemi terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin, 20 Juli silam.

Akibat aksi tawuran, seorang pelajar berinisial DP, 16, menderita sejumlah luka bacok yang diduga akibat terkena sabetan senjata tajam dari kelompok pelajar lawannya.

perisitiwa ini awalnya terjadi ketika korban menerima pesan yang berisi tantangan tawuran di lokasi kejadian, dari kelompok pelajar sekolah lainnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT