02 August 2020, 14:10 WIB

Resesi Global Masih Hantui Pergerakan IHSG Pekan Depan


Hilda Julaika | Ekonomi

ANALIS Saham dari Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) di awal pekan depan akan tertekan. Hal ini terjadi utamanya lantaran pasar khawatir adanya ancaman resesi global.

“Awal pekan indeks kita akan tertekan turun ya kalau kita perhatikan karena memang global lagi khawatir kemungkinan ancaman resesi global yang semakin nyata dengan keluarnya pertumbuhan ekonomi yang negatif. Ekonomi negatif di Eropa -12% itu agak mengejutkan juga Amerika Serikat yang minus 32,9% di kuartal II/2020,” ujar Hans kepada mediaindonesia.com, Minggu (2/8).

Selain itu, harga emas yang terus bergerak naik juga menjadi sentiment negative pergerakan IHSG pekan depan. Karena pasar tengah khawatir adanya risiko global tersebut. Ditambah ancaman konflik Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang semakin panas.

“Kemudian kasus covid-19 yang masih terus naik juga berpotensi menyebabkan partial lockdown. Hal ini menurut Hans akan mengganggu perbaikan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Baca juga :Permintaan Kredit Tumbuh Seiring Berputarnya Ekonomi

Ia memprediksikan pergerakan IHSG secara harian berada di level resistance 5162 dan support 4985. Sementara itu, IHSG selama sepekan ke depan resistance 5278 dan support 4914

Di lain sisi Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama masih melihat adanya penguatan. Hal ini dilihat dari rasio fibonacci, support pertama dan kedua memiliki kisaran level 5.097,14 hingga 4.975,54. Sementara itu, resistance pertama dan kedua memiliki kisaran 5.172,37 hingga 5.233,17.

Nafan menambahkan berdasarkan indikator, MACD, Stokastik, dan RSI menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola white closing marubozu candle.

“Mengindikasikan adanya potensi bullish continuation dalam pergerakan IHSG sehingga minimal berpeluang menuju ke resistance terdekat,” jelasnya melalui riset harian.

Binaartha Sekuritas pun merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor antara lain AALI, BSDE, GIAA, TINS, PTPP, WEGE, dan WIKA pada sesi Senin (3/8). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT