02 August 2020, 13:38 WIB

Pergelaran Ketoprak Virtual Meriahkan Hari Jadi Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

MEMPERINGATI Hari Jadi ke-216 Kota Klaten dan menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Kesenian Klaten menyelenggarakan pergelaran ketoprak virtual di Gedung Sunan Pandanaran, Sabtu (1/8) malam.

Sebelumnya, Dewan Kesenian masih dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Klaten dan HUT RI, menggelar wayang kulit virtual. Menampilkan duet dalang Ki Tomo Pandoyo dan Ki Wardono, pentas wayang virtual ini menyajikan cerita Babad Wonomarto.

Pentas ketoprak virtual kolaborasi pejabat dengan seniman tersebut dihadiri Bupati Klaten yang diwakili Asisten II Sekretaris Daerah Wahyu Prasetyo, Forkopimda, dan anggota Komisi IV DPR RI Sunarna selaku ketua umum Dewan Kesenian Klaten.

Pejabat yang tampil dalam pentas ketoprak virtual antara lain Ketua DPRD Hamenang Wajar Ismoyo, Sekwan DPRD Anang Widyatmoko, Plt Kepala Disparbudpora Sri Nugroho, Kepala Dinas Pendidikan Wardani, para camat dan Direktur Bank Klaten Tulus Yunianto.

Ketua Umum Dewan Kesenian Klaten Sunarna mengatakan pergelaran ketoprak virtual merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Klaten dan HUT RI. Selain itu, sebagai upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya adiluhung tersebut.

Program kegiatan yang dilaksanakan Dewan Kesenian Klaten fokus pada upaya meluhurkan, mengembangkan dan melestarian seni budaya daerah. Untuk itu, Dewan Kesenian tahun ini mendapat kucuran dana hibah sebesar Rp1,7 miliar dari Pemkab Klaten.

Baca juga:  Pentas Ketoprak untuk Perayaan Hari Pers Nasional

Menurut Sunarno, Dewan Kesenian Klaten mengembangkan enam cabang seni yang meliputi 14 komite, antara lain seni tari kreasi, tari tradisi, musik, ketoprak, srandul-srontul, pedalangan, karawitan, sastra Jawa, sastra Indonesia, fotografi dan audio visual.

"Seluruh kegiatan komite itu dapat berjalan sesuai program. Kecuali tahun ini, karena situasi pandemi covid-19, hanya beberapa komite yang dapat melaksanakan pergelaran, seperti komite ketoprak yang malam ini pentas dengan protokol kesehatan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sunarna yang juga anggota Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Klaten yang menghibur masyarakat di tengah pandemi covid-19 lewat penampilannya di pentas ketoprak virtual.

Selain itu, warga masyarakat di tengah pandemi covid-19 diingatkan agar disiplin mematuhi protokol kesehatan guna pencegahan persebaran virus korona. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, biasakan cuci tangan pakai sabun, dan hindari kerumunan.

Bupati Sri Mulyani dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Wahyu Prasetyo mengatakan, seiring dengan kemajuan zaman saat ini banyak kesenian daerah yang berguguran di tengah jalan akibat terdesak budaya asing atau seni modern.

Namun, lanjut Sri Mulyani, perjalanan seni budaya yang memprihatinkan itu jangan sampai terjadi di Klaten. Potensi seni budaya adiluhung warisan leluhur yang ada di daerah ini harus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak ditinggalkan penggemarnya.

"Pergelaran ketoprak virtual ini bukti upaya pelestarian dan pengembangan seni ketoprak, selain sebagai hiburan masyarakat dalam situasi pandemi covid-19. Untuk itu, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Dewan Kesenian Klaten," ujarnya.

Pentas ketoprak berkolaborasi pejabat dengan pelaku dan pegiat seni yang dilakukan secara virtual itu, dibuka dengan ditandai pemukulan kentongan oleh Asisten II Wahyu Prasetyo. Mengambil cerita Kajoran 1667, ketoprak virtual ini disutradarai Joko Krisnanto.(OL-5)

BERITA TERKAIT