02 August 2020, 10:09 WIB

Kaget Postingan jadi Viral, Ike Muti Minta Maaf ke Pemprov DKI


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PESINETRON Indah Kartika Mutiarawati atau Ike Muti buka suara soal pernyataan dirinya yang menyebut syarat dalam proyek film pendek dengan DKI harus menghapus foto dengan Presiden Joko Widodo di akun instagram miliknya.

"Belakangan saya kaget bahwa postingan saya tersebut menjadi viral. Baru belakangan juga saya mengetahui dari Marantika (agensi Ike) melalui WA bahwa informasi yang saya dapatkan darinya adalah tidak benar," kata Ike dalam akun instagramnya @ikemuti16, Jakarta, Minggu (2/8).

Ike mengatakan, pada Jumat (31/7) malam, pihak agensi melalui akun Instagram @marantika_agency yang tertulis dimiliki oleh Andi Suradi meminta maaf kepada dirinya dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Bersamaan dengan ini, saya sampaikan bahwa sama sekali tidak ada niatan saya menyampaikan kebohongan apalagi sampai merugikan nama baik Pemda Provinsi DKI Jakarta," ucap Ike.

Ia menambahkan, informasi dirinya tidak terpilih dalam film pendek karena terlihat sebagai pendukung Presiden Joko Widodo, imbuh Ike, didapat dari pihak agensinya.

"Jelas bahwa informasi tersebut sesungguhnya bukan bersumber dari saya. Namun bagaimanapun saya meminta maaf kepada semua pihak dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan. Saya juga telah menghapus postingan saya sebelumnya," pungkas Ike.

Baca juga:  Bela Anies, Demokrat Tuding Ike Muti Cari Sensasi

Sebelumnya, Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melayangkan surat peringatan Nomor 1795/-075 yang berbuntut somasi kepada pemilik akun IG @ikemuti16. Surat itu diunggah oleh akun @DKIJakarta. Pernyataan somasi itu didandatangani oleh Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah.

"Salam, Ibu Ike Muti. Kami telah mengirimkan surat somasi kepada Saudara atas isi posting Saudara di IG yg tidak faktual tsb. Harap diterima dengan baik. Kami tunggu tindak lanjutnya," ungkap akun @DKIJakarta

Saat dikonfirmasi, Yayan membenarkan surat peringatan tersebut.

"Ya benar (kami beri somasi)," kata Yayan saat kepada Media Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7).(OL-5)

BERITA TERKAIT