02 August 2020, 06:10 WIB

Sri Murdani Demi Potensi Anak dengan Disabilitas


(Bus/M-1) | Weekend

INTERAKSI tidak hanya melahirkan keakraban, tetapi juga kepedulian. Begitulah yang terjadi pada Sri Murdani. SEJAK 2006, perempuan yang akrab disapa Dani itu mengajar
anak-anak berkebutuhan khusus di Desa Janan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Profesi itu tidak hanya dijalaninya sebagai tugas, tetapi juga layaknya orangtua yang menginginkan setiap anaknya menjadi orang sukses.

Terlebih dari interaksinya ber tahun-tahun dengan anak penyandang disabilitas, Dani melihat banyak potensi yang dimiliki mereka. Potensi itu tak kalah dengan anak umumnya
jika dapat dikembangkan dengan optimal.

"Yang jelas, motivasinya saya melihat anak-anak difabel yang sensitif itu juga punya potensi yang harus terus dikembangkan," ungkap Dani saat menjadi narasumber Kick
Andy episode Pahlawan Kaum Marjinal ini. Di sisi lain, ia menyadari bahwa mengembangkan potensi itu membutuhkan pendidikan khusus yang sulit diakses kalangan kurang
mampu.

Berbekal pengalaman mengajar dan ketulusan niat, pada 2017, Dani mendirikan lembaga pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menamakannya Yayasan Sinar Mutiara Hati.

Tak tanggung-tanggung, untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar, Dani rela merogoh tabungan pribadinya untuk menyewa sebuah rumah berukuran 20x25 meter. Ia memfungsikan rumah itu sebagai taman kanak kanak LB Mutiara Hati. Gaji delapan pengajar TK pun ia biayai sendiri.

Demi mencukupi dana operasional, perempuan kelahiran Magelang, 8 April 1977, itu berjualan susu ke toko di sekitar rumahnya. (Bus/M-1)

BERITA TERKAIT