02 August 2020, 06:05 WIB

'Rama Philips Berkaca pada Kenangan Masa Sulit


(Bus/M-1) | Weekend

TERLAHIR dari keluarga yang kurang mampu, Rama merasa kemiskinan telah akrab dengan hidupnya. Meski begitu, ia membuktikan bahwa tekad pantang menyerah dapat membuat manusia mengubah nasib, bahkan menjadi penolong bagi sesama.

Hadir sebagai narasumber Kick Andy, Rama mengungkapkan bahwa segala macam pekerjaan telah ia lakoni, termasuk memulung, mengamen, hingga kerja serabutan.

Kondisi perekono miannya perlahan mulai membaik saat ia menjadi tukang servis lampu. Keterampilan memperbaiki lampu ia pelajari secara autodidak.

Dengan kelihaiannya, ia pun dijuluki 'Rama Philips' dan bisa berpenghasilan hingga Rp500 ribu per hari. Namun, di kala perekonomian membaik, keluarganya mendapat ujian dengan sakitnya sang istri.

Sakit paru-paru yang diidap berujung pada wafatnya sang istri hingga Rama menjadi orangtua tunggal untuk dua anak.

Pada 2015, jalan hidup berbagi kemudian menghampirinya setelah perjumpaan dengan orang lansia yang menjadi kuli panggul di pasar.

Melihatnya tinggal di gubuk sangat sederhana, Rama terkenang akan masa sulitnya sendiri. "Saya berkeinginan untuk mendirikan panti duafa dan merawat kaum lansia yang telantar
dari hasil bisnis saya ini. Syukur, saya akhirnya bisa membeli sebidang lahan untuk panti duafa ini," lanjutnya.

Panti duafa yang ia dirikan menampung kurang lebih 100 orang lansia telantar. Ia bahkan mencari orang lansia telantar hingga ke pelosok desa di Ponorogo, Jawa Timur. Namun, belakangan banyak orang

Kini, Rama mengelola empat panti lansia yang terdiri atas dua panti di Kabupaten Ponorogo, satu panti di daerah Tulungagung, dan satu panti di Blitar. (Bus/M-1)

BERITA TERKAIT