02 August 2020, 06:36 WIB

Uni Eropa-Sanofi Salurkan 300 Juta Dosis Vaksin Korona


DW/Hym/I-1 | Humaniora

UNI Eropa telah mencapai kesepakatan dengan raksasa farmasi Prancis, Sanofi , untuk penyediaan 300 juta dosis vaksin virus korona baru (covid-19) yang potensial.

Badan eksekutif blok itu, Jumat (31/7), mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut akan memungkinkan semua 27 negara anggota untuk membeli vaksin setelah terbukti aman dan efektif.

“Meskipun kita tidak tahu hari ini vaksin mana yang akan bekerja paling baik pada akhirnya, Eropa berinvestasi dalam portofolio beragam vaksin yang menjanjikan, berdasarkan berbagai jenis teknologi,” kata Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.

“Ini meningkatkan peluang kita untuk mendapatkan obat yang efektif melawan virus tersebut dengan cepat. Sebuah vaksin yang benar-benar menjadi barang global,” katanya.

Komisi Eropa yang dipersenjatai dengan dana darurat sebesar 2 miliar euro ingin mencapai kesepakatan serupa dengan hingga enam perusahaan farmasi dalam upaya pengadaan vaksin untuk 450 juta warganya.

Vaksin potensial Sanofi sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan perusahaan farmasi Inggris, Glaxos-mithkline. Kedua perusahaan tersebut bertujuan menggabungkan antigen yang dikembangkan Sanofi , yang merangsang produksi antibodi, dengan teknologi GSK yang mendukung respons kekebalan yang dipicu vaksin.

“Dosis (vaksin) akan diproduksi di negara-negara Eropa, termasuk Prancis, Belgia, Jerman, dan Italia,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan tindakan harus cepat dan terkoordinasi.

Akses istimewa

Dia menjelaskan sekelompok negara ini akan membuat semua warga negara Uni Eropa lainnya mendapat manfaat. Komisi Eropa membela gagasan bahwa negara-negara Uni Eropa harus bergabung untuk menjamin akses istimewa ke vaksin di masa depan.

Spahn mengatakan ada alasan kuat untuk pembentukan kontrak pembelian di depan.

Dia menjelaskan, dengan laboratorium, vaksin akan dapat ditemukan dalam waktu singkat, 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

Dia mengatakan komitmen ini akan memberi negara-negara anggota hak untuk membeli dosis dengan harga tertentu begitu vaksin tersedia.

Sejumlah kelompok farmasi besar telah terlibat dalam perlombaan untuk mengembangkan vaksin virus korona.

Pemerintah AS juga akan membayar produsen obat Prancis Sanofi (SASY PA) dan raksasa farmasi Inggris Glaxo- SmithKline GSKL hingga US$2,1 miliar guna memasok vaksin untuk 50 juta orang, dengan opsi untuk membeli 500 juta dosis lagi. (DW/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT