02 August 2020, 06:29 WIB

Permintaan Kredit Tumbuh Seiring Berputarnya Ekonomi


Des/Ant/E-3/X-3 | Ekonomi

AKTIVITAS perekonomian yang masih berjalan tertatih-tatih menjadi kendala utama tersendatnya permintaan kredit kepada perbankan.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara Indonesia Moving Forward di Jakarta, Kamis (30/7).

“Bagaimana perbankan memberikan kredit jika permintaan kredit itu tidak ada. Kenapa permintaan enggak ada? Ya, daya beli enggak ada. Masyarakat enggak melakukan aktivitas ekonomi mau dikasih uang juga buat apa,” kata Soenarso.

Menurut Sunarso, masyarakat sudah tidak bisa melakukan proses produksi. Kalaupun melakukan produksi dengan adanya PSBB, produk mereka tidak dapat diantar ke konsumen.

Oleh karena itu, agar permintaan kredit kepada perbankan tumbuh lagi dengan menggerakkan aktivitas perekonomian. “Namun, karena pandemi tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.”

Kendati tengah dilanda pandemi covid-19, per 30 Juli 2020 BRI sudah menyalurkan kredit senilai Rp24,94 triliun kepada 583.684 usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia.

Dengan skema seperti itu, lanjut Sunarso, dalam kurun kurang dari tiga bulan pihaknya mampu mencapai target penyaluran kredit pemerintah melalui penempatan dana sebesar Rp30 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). “Teman-teman Himbara lain, saya yakin sama,” ujar Sunarso.

Selain itu, hingga Juni 2020 BRI juga sudah merestrukturisasi kredit kepada 2,88 juta nasabah dengan portofolio sebesar Rp179,17 triliun. Dari jumlah itu, sebarannya paling besar di sektor usaha mikro dengan 1,36 juta debitur dengan portofolio Rp64,03 triliun.

“Kredit usaha rakyat 1,37 juta debitur senilai Rp24,39 triliun, sektor ritel 99,588 debitur senilai Rp74,01 triliun, konsumer 41,521 debitur senilai Rp10,27 triliun, dan usaha menengah serta korporasi hanya 134 debitur dengan nilai Rp6,46 triliun,” tandas Sunarso.

Terpisah, anggota Komisi XI DPR Rudi Hartono Bangun menginginkan bank-bank yang tergabung dalam Himbara mempercepat penyaluran dana pinjaman kepada pelaku UMKM setelah memperoleh penempat an uang negara sebesar Rp30 triliun dari pemerintah.

“Percepatan penyaluran dana kepada UMKM ini penting karena mereka tumpuan ekonomi kita yang sebagian besar berasal dari sektor konsumsi. Dana yang berasal dari dana percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) ini juga harus cepat disalurkan untuk menghindari ekonomi Indonesia dari jurang resesi,” tutur Rudi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (30/7).

Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu juga menginginkan pelaku UMKM jangan hanya pasrah dan menyerah kepada nasib terkait dengan kondisi perekonomian yang terdampak pandemi saat ini.

“Bank pasti membantu memberikan modal dan pinjaman,” kata Rudi. (Des/Ant/E-3/X-3)

BERITA TERKAIT