02 August 2020, 06:15 WIB

Sejuta Kenangan Bersama Gus Im


Bay/Ant/Medcom/J-1 | Politik dan Hukum

KABAR duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) setelah salah satu tokoh terbaiknya, KH Hasyim Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Im, berpulang kemarin dini hari di RS Mayapada, Jakarta, pada usia 67 tahun.

Adik bungsu Presiden keempat Indonesia KH Abdurrahman Wahid itu dikenal sebagai salah satu tokoh nahdiyin yang pernah berkarier di pemerintahan dan aktif di organisasi NU.

Gus Im lahir di Jakarta pada 30 Oktober 1953. Dia merupakan putra bungsu pasangan pahlawan nasional KH Abdul Wahid Ha­syim dan Nyai Solichah. Sang kakek, KH Hasyim Asyari, merupakan pendiri NU.

Gus Im pernah berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Dia juga sempat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung dan Fakultas Psikologi UI.

Lepas dari bangku perkuliahan, Gus Im terjun berorganisasi dan berbisnis. Pada 1999, ia menjadi konsultan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pada tahun itu, kakaknya, Gus Dur, menjabat sebagai presiden.

Ia tercatat pernah menjadi pengurus PDIP dan anggota Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan (YKPK). Adapun di dalam organisasi NU, Gus Im pernah masuk jajaran ketua PBNU periode 2010-2015 dan jajaran dewan penasihat syuriah atau mustasyar PBNU periode 2015-2020.

Menko Polhukam Mahfud MD mengenang Gus Im sebagai orang baik. “Gus Im berwawasan luas dalam masalah-masalah sosial, politik, dan keagamaan,” kata Mahfud dalam Twitter pribadinya. “Bahkan juga fasih berbicara tentang pembangunan ekonomi,” ujar Mahfud.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memiliki kenangan pada 2010, ketika itu Said Aqil akan maju pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar Ke-32 NU di Makassar.

“Beliau menasihati saya panjang lebar, saya tidak menyangka karena Gus Sholah (Salahuddin Wahid) juga maju. Cuma kok saya yang dinasihati panjang lebar,” kata Said Aqil.

Gus Im dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Den­anyar, Jombang, Jawa Timur. (Bay/Ant/Medcom/J-1)

BERITA TERKAIT