02 August 2020, 00:54 WIB

Sembilan Kabupaten di NTT Berstatus Awas Kekeringan


Palce Amalo | Nusantara

STASIUN Klimatologi Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8) mengeluarkan peringatan ancaman bencana kekeringan meteorologis di daerah itu. Peringatan dini dikeluarkan menyusul ditetapkannya sejumlah kecamatan di sembilan kabupaten yakni Ende, Kupang, Sikka, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Belu, dan Kota Kupang, dengan status awas kekeringan,

Kecamatan yang terancam mengalkami kekeringan antara lain Wolojit di Kabupaten Ende, Waigete (Sikka), Olafuliha'a, Papela, dan Busalangga (Rote Ndao), serta Waingapu, Kanatang, Tanarara, Lambanapu, Rambangaru, dan Kamanggih (Sumba Timur). Selain itu, 16 wilayah  berstatus siaga dan sembilan wilayah berstatus waspada.

Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris Geru mengatakan peringatan  itu dikeluarkan karena wilayah tersebut mengalami deret hari kering dari 31 hari hingga 61 hari atau dua bulan. Selain itu, sesuai prakiraan peluang curah hujan, beberapa daerah bakal  mengalami curah hujan sangat rendah, yakni kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang lebih dari 90 persen.

"Analisa curah hujan Dasarian III Juli 2020 pada umumnya wilayah NTT mengalami curah hujan  dengan kategori rendah atau 0-50 milimeter," ujarnya.

Menurutnya, kekeringan berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah, dan meningkatnya potensi kemudahan terjadinya kebakaran. (R-1)

BERITA TERKAIT