02 August 2020, 02:55 WIB

Menjadi Kreatif dan Senang Berbagi lewat Operet


Galih Agus Saputra | Weekend

SUATU waktu, seorang gadis kecil bernama Arimbi berjalan di pinggir sungai bersama ibunya, Sinta. 

Saat itu, Arimbi bertanya kepada sang ibu, mengapa mereka harus pindah dari rumahnya di pinggir sungai ke wilayah baru yang disebut rumah susun. 

Bu Sinta mengatakan mereka harus pindah dari pinggir sungai karena tempat itu merupakan jalur air. Arimbi pun setuju dengan kepindahan tersebut karena ia sendiri sebenarnya mau tinggal di mana saja, asalkan tetap bersama Bu Sinta.

“Imbi memang anak baik,” kata Bu Sinta menyebut panggilan sayang untuk sang anak.

Itulah cuplikan adegan dari Operet Aku Anak Rusun. Pertunjukan itu diinisiasi Yayasan Waroeng Imaji dan pekan lalu tayang di salah satu stasiun televisi nasional dalam dua bagian. Adapun lakon dari operet itu ialah Selendang Arimbi.

Operet Aku Anak Rusun: Selendang Arimbi bukan pertunjukan biasa lo. Yayasan Waroeng Imaji membuat acara itu bersama ratusan anak yang tinggal di sejumlah rumah susun yang ada di Jakarta.

Nailah Soffa Andani ialah salah satu anak yang ikut tampil dalampertunjukan tersebut. Teman kita yang duduk di kelas 3 SMP ini berperan sebagai Arimbi kecil.

Memiliki kesempatan bermain dalam operet, membuatnya merasa senang. Lebih dari itu, ia juga ingin semakin banyak pengalaman pentas di dunia seni teater, di masa yang akan datang.

“Setelah berlatih atau belajar bersama, kami dilatih di atas panggung tiap-tiap peran, deg-degan, ragu apakah saya bisa menampilkan peran
ini. Alhamdulilah, teryata saya bisa,” tuturnya dalam wawancara tertulis bersama Medi, Kamis (23/7).

Meski di awal merasa kesulitan, Nailah tetap semangat belajar. Ia juga tidak khawatir karena ada orangorang dari Waroeng Imaji yang selalu siap melatih. Bagian atau adegan yang paling ia suka dalam pertunjukan ialah ketika menari dengan lagu campuran (medley).

“Menari dan bernyayi membuat aku senang dan bahagia,” imbuh teman kita yang kelak ingin menjadi penari profesional itu.


Pembentukan karakter

Menurut pendiri Yayasan Waroeng Imaji, Ibu Veronica Tan, Operet Aku Anak Rusun sedari awal didirikan untuk memberdayakan anak melalui pembentukan karakter. 

Itu karena dirasakan jika kegiatan di sekolah lebih berfokus ke akademis sehingga diperlukan kegiatan yang memicu karakter kreatif anak. Operet Aku Anak Rusun ialah salah satu contoh kegiatan tersebut.

Teman kita yang tergabung dalam pertunjukan ini bisa tampil dengan kemampuan masing-masing. Tidak hanya bermain peran, menari, dan bernyanyi, tetapi juga bermain alat musik.

“Ini melibatkan banyak, bisa dari tim musik, aransemen, dari anak muda, dan juga melibatkan anak-anak untuk bisa membuka wawasan,” tutur Bu Veronica saat konferesi pers daring Operet Aku Anak Rusun, Senin (20/7).

Selain menjadi ajang kreativitas, Bu Veronica mengatakan Operet Aku Anak Rusun juga menjadi ruang untuk saling berbagi di musim pandemi covid-19. Nuansa berbagi itu bahkan juga terlihat dalam narasi cerita atau adegan.

Sebagai seorang anak yang tinggal di rumah susun, Arimbi mempunyai tetangga yang berasal dari berbagai kalangan, baik yang berbeda kulit maupun agama. Meski begitu, mereka tetap mau berteman bahkan membantu Arimbi ketika sedang kesusahan di saat ia sedang mengejar cita-citanya sebagai penari.

“Mereka menolong Arimbi bagaimana menjual selendang, mendapatkan uang untuk membantu mamanya. Jadi, cerita sederhana, tetapi bisa membuat suatu pembelajaran bahwa kita bisa lo bersama-sama. Bukan karena berbeda-beda, melainkan saling tolong-menolong,” terang Ibu Veronica.

Sobat Medi bersama ayah-bunda di rumah juga bisa membantu temanteman kita yang bermain dalam Operet Aku Anak Rusun ini. Informasi penyaluran bantuan bisa diketahui melalui akun Instagram @akuanakrusun.

Kata Bu Veronica, seluruh bantuan itu nantinya akan digunakan untuk membantu masalah ekonomi, pendidikan, dan pemenuhan gizi anakanak rusun akibat adanya pandemi covid-19. (M-1)

BERITA TERKAIT