01 August 2020, 18:25 WIB

WHO Laporkan Peningkatan Kasus Covid-19 Terbesar di Seluruh Dunia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Hampir 300.000 kasus virus covid-19 dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama 24 jam terakhir. Ini menandai peningkatan satu hari terbesar yang pernah ada, kata Badan kesehatan PBB, Jumat (31/7).

Menurut data dari WHO, lebih dari setengah dari 292.527 kasus baru covid-19 yang dilaporkan pada Kamis berasal dari Amerika Serikat (AS). Negara tersebut memiliki 171.946 kasus,

Asia Tenggara melaporkan jumlah kasus tertinggi kedua. Jumlahnya 60.113 kasus.

Selanjutnya adalah Eropa. Ada 25.241 kasus covid-19 di Eropa.

Baca juga: Uni Eropa Capai Kesepakatan dengan Sanofi

Secara global, virus covid-19 telah menginfeksi lebih dari 17 juta orang dan membunuh setidaknya 668.910 orang sejak muncul pertama kali hampir tujuh bulan lalu di Tiongkok.

AS adalah negara yang terdampak paling parah di dunia. Ada lebih dari 4 juta kasus covid-19 dan setidaknya 152.075 kematian di AS, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Pada Kamis, kasus virus covid-19 di AS melonjak lebih dari 67.000, sehari setelah melampaui 70.000 untuk pertama kalinya dalam hampir satu minggu.

Pekan lalu, para pejabat WHO memperingatkan dunia tidak akan kembali ke 'normal lama' karena pandemi covid-19 terus meningkat. Peningkatan tak hanya terjadi di AS saja, tapi juga negara-negara berkembang yang lebih miskin.

"Sungguh bisa dimengerti bila orang-orang ingin melanjutkan hidup mereka, tetapi kita tidak akan kembali ke keadaan normal yang lama," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers dari kantor pusat Jenewa pada 23 Juli.

Meskipun kasusnya tinggi di AS dan bagian lain di dunia, tapi masih ada peluang untuk mengendalikan virus covid-19, kata mereka.

Oleh karena itu, WHO merekomendasikan agar orang memakai masker sebagai cara untuk memperlambat penyebaran virus covid-19. Para ilmuwan mengatakan virus covid-19 dapat menyebar melalui droplet ketika orang yang terinfeksi covid-10 batuk atau bersin. Studi menunjukkan masker dapat berfungsi sebagai penghalang yang bermanfaat mencegah penularan covid-19.

Badan kesehatan PBB juga merekomendasikan orang untuk mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak dari orang lain, dan menghindari pergi ke tempat yang ramai.

Sebelumnya, Dr Anthony Fauci, ahli penyakit menular AS mengatakan virus covid-19 sangat menular, sehingga kemungkinan tidak akan pernah benar-benar hilang.

Namun, Fauci sebelumnya mengatakan kemungkinan para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat dapat bekerja untuk mendorong pandemi ke 'tingkat rendah'. (CNBC/OL-14)

BERITA TERKAIT