01 August 2020, 18:22 WIB

Kasus Baru Covid-19 DKI Kembali Tertinggi di Indonesia


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat melakukan tindakan isolasi dan perawatan secara tepat. Hal ini untu memperkecil potensi penularan covid-19.

Untuk penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 374 kasus. Jumlah ini merupakan yang tertinggi di Indonesia hari ini. Dengan penambahan tersebut Konfirmasi kasus covid-19 secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 21.575 kasus

 

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 6.836 kasus (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 21.575 kasus. Dari jumlah tersebut, 13.887 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 852 orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Fify Mulyani, Sabtu (1/8).

 

Kemudian, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 3.803 spesimen.

"3.002 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 374 positif dan 2.628 negatif. Dari 374 kasus positif itu, terdapat 123 kasus rapelan dari tanggal 30 Juli 2020. Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 40.712. Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 37.908," terangnya.

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4X lipat standar WHO," imbuhnya.

Kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah. Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT