01 August 2020, 18:08 WIB

Iduladha, Jasa Marga: 345 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta


M. Iqbal Al Machmudi | Megapolitan

PT Jasa Marga (persero) Tbk mencatat sebanyak 345.575 kendaraan meninggalkan Jakarta pada H-1 dan Hari H Iduladha 1441 H (30-31 Juli 2020). Kendaraan keluar melalui arah timur, barat, dan selatan. Jumlah tersebut naik 27,5% dibandingkan dengan lalu lintas (lalin) normal.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, mengatakan rincian keluarnya kendaraan yakni 53,01% dari arah timur, 23,94% dari arah barat, dan 23,05% dari arah selatan.

Baca juga: Terima 640 Siswa Titipan, 17 Kepsek Mengaku Salah, Siap Dicopot

"Dari arah timur lalin merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa serta GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi," kata Dwimawan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (8/10).

Dengan rincian distribusi lalin, GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 97.541 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 58,1% dan GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 85.663 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 37,9% dari lalin normal.

Sementara dari arah barat Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang adalah sebesar 82.720 kendaraan, naik sebesar 0,8% dari lalin normal.

Dari arah selatan melalui GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi adalah sebesar 79.651 kendaraan, naik sebesar 22,4% dari lalin normal.

"Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima," ujar Dwimawan.

Selain itu, mematuhi protokol kesehatan saat berada di tempat istirahat dan Pelayanan (TIP), isi saldo uang elektronik yang cukup, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara.

"Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta. Salah satunya dengan menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada hari Minggu (02/08) agar terhindar dari kepadatan," pungkas Dwimawan. (OL-6)

BERITA TERKAIT