01 August 2020, 17:52 WIB

Nakes Meninggal Karena Covid-19, Satgas: Perlindungan Diri Kurang


Atalya Puspa | Humaniora

SELAMA masa pandemi beberapa bulan terakhir, tidak sedikit tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia akibat terinfeksi covid-19 usai merawat para pasien.

Sekjen Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman mengungkapkan, jumlah kematian nakes akibat covid-19 di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan dunia yakni mencapai 2,4%.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengungkapkan, tingginya jumlah tenaga kesehatan yang meninggal menandakan bahwa penerapan protokol kesehatan di RS masih kurang maksimal.

"Kalau nakes tertular, perlindungan diri yang digunakan, bukan hanya saat memakai APD, tapi dari mulai memakai maupun melepas, mungkin belum betul-betul terjaga. Ini yang harus betul-betul dilaksanakan dengan baik oleh nakes," kata Wiku kepada Media Indonesia, Sabtu (1/8).

Wiku menyatakan, untuk itu dirinya mengimbau kepada nakes agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat bertugas. Pasalnya, RS merupakan tempat yang rawan terjadi penularan covid-19.

"Karenanya kita berikan pelatihan, agar kewaspadaan harus terjaga. Kalau sampai ada nakes yang meninggal, berarti pelaksanaan proteksinya kurang maksimal. Dokter menangani penyakit infeksi itu kan kehidupannya sehari-hari. Ini untuk penyakit yang sangat menular, protokolnya harus dilakulan secara ketat," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan, RS bukanlah satu-satunya tempat yang menyebabkan nakes tertular covid-19. Dirinya menyebut, nakes malah banyak tertular saat berada di luar RS.

"Diantara nakes yang meninggal itu, tidak semuanya bekerja di fasyankes, cuma kebetulan saja mereka berprofesi sebagai nakes. Selain itu, dokter yang menderita covid-19 tidak sebagai nakes yang merawat pasien, tetapi tertular di tempat umum atau pada saat pulang dari pertemuan dan mereka tidak bekerja melayani pasien," bebernya.

Dirinya memastikan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada nakes untuk bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan agar RS tidak menjadi kluster baru penularan covid-19. (OL-4)

BERITA TERKAIT