01 August 2020, 16:09 WIB

Kasus Kematian Editor Metro TV, Polda Masih Tunggu Bukti Baru


Sri Utami | Megapolitan

POLDA Metro Jaya belum membubarkan tim yang mengungkap dugaan bunuh diri video editor Metro TV Yodi Prabowo. Pasalnya, kepolisian masih membuka jika ada keterangan atau novum baru terkait kematian karyawan Metro TV tersebut.

"Kami sangat menerima jika ditemukan bukti, keterangan, atau novum baru dari kasus ini. Silakan sampaikan jika ada novum baru ini," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu (1/8).

Baca juga: Pesan yang tak Pernah Dibaca Yodi Prabowo

Kepolisian pada Sabtu (25/7) merilis Yodi Prabowo diduga bunuh diri. Hal itu adalah hasil penyelidikan atas temuan jenazah Yodi pada Jumat (10/7). Di tubuh Yodi, polisi menemukan luka tusuk di bagian dada dan leher.  Polisi juga menemukan sebilah pisau, dompet, KTP, NPWP, ATM Mandiri, tiga STNK, uang tunai Rp40 ribu, helm, jaket, dan tas selempang di TKP.

Baca juga: Pembunuh Yodi Prabowo masih Berkeliaran

Yodi bergabung Metro TV sejak 15 Desember 2015. Yodi merupakan video editor dan terakhir bertugas pada Selasa (7/7) pukul 15.00-22.27 WIB.

"Intinya siapa saja yang memiliki bukti baru silakan berikan kepada kami," imbuh Yusri.

Baca juga: Kesimpulan tentang Kematian Yodi Dipertanyakan, ini Kata Polisi

Keluarga Yodi belum menerima hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi. Ayah Yodi, Suwandi, masih meyakini anaknya tewas akibat penganiayaan yang kemudian dibunuh.

"Masak iya orang bunuh diri bajunya bersih? Pasti darahnya ke mana-mana," ujar Suwandi beberapa waktu lalu. (X-15)

BERITA TERKAIT