01 August 2020, 15:55 WIB

Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Besok


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak peningkatan volume lalu lintas kendaraan yang menuju Jakarta akan terjadi pada hari Minggu (02/08).

Operation Management & Maintenance Group Head Jasa Marga, Pratomo Bimawan Putra, mengimbau pengguna jalan agar menghindari waktu yang bersamaan untuk kembali ke Jakarta. Hal itu dilakukan untuk menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi.

"Kami mengimbau agar pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta, salah satunya dengan menghindari waktu puncak arus balik pada hari Minggu agar terhindar dari kepadatan," kata Pratomo melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8).

Dari total kendaraan yang akan kembali ke Jakarta tersebut, mayoritas berasal dari arah Timur, atau berasal dari Jalan Tol Trans Jawa.

“Hampir setengahnya, lalu lintas menuju Jakarta berasal dari arah Timur. Jika saat kembali ke Jakarta pengguna jalan terkonsentrasi hanya dalam satu hari, potensi terjadinya kepadatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta Cikampek II Elevated sangat tinggi karena jalan tol tersebut merupakan akses utama untuk pengguna jalan dari arah Timur menuju wilayah Jabotabek,” jelasnya.

Selain itu, para pengusaha angkutan barang/logistik agar dapat menunda kegiatan hingga periode 4 hari libur panjang Hari Raya Idul Adha 1441 H usai.

“Pada H-1 Hari Raya Idul Adha kemarin, kami memantau banyaknya kendaraan besar yang mengalami gangguan di lajur sehingga mengakibatkan kepadatan yang cukup panjang. Selain itu kami juga imbau agar pengguna jalan dapat memastikan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” ujar Pratomo.

Titik-titik kepadatan yang perlu antisipasi oleh pengguna jalan yang menuju arah Jakarta di Jalan Tol Jakarta-Cikampek diantaranya adalah pertemuan lajur Jalan Tol Jakarta-Cikampek lI Elevated dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah di KM 48. Selain itu, di titik-titik jelang rest area.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk dapat memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan. Kami mohon kerjasama pengguna jalan sekali lagi, untuk tidak kembali ke Jakarta dalam waktu yang bersamaan di hari Minggu,” jelas Pratomo.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan jumlah kendaraan yang keluar dari DKI Jakarta mengalami peningkatan dalam sepekan sebelum hari Raya Idul Adha.

"Senin (27/7) jumlah kendaraan yang keluar sebanyak 123.774 naik 0,3%. Kemudian Selasa (28/7), kembali naik 7,4% (132.494 kendaraan), Rabu (29/7) 145.596 kendaraan atau naik 18%," ujar Budi.

Puncak kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota sendiri terjadi pada H-1 lebaran kurban atau pada Kamis (30/7) yaitu sebanyak 192.103 kendaraan atau terjadi kenaikan 55,7%. Dan penurunan arus kedaraan terjadi pada hari H yakni 15% atau 142.929 kendaraan.

Jasa Marga mengimbau agar pengguna jalan memastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima.

"Dan mematuhi protokol kesehatan saat berada di tempat istirahat, isi saldo uang elektronik yang cukup, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT