01 August 2020, 14:30 WIB

Klaten Kembangkan Padi Varietas Trisaksi


Djoko Sardjono | Nusantara

PADI varietas Trisaksi dikembangkan di Klaten, Jawa Tengah dengan hasil 6 ton gabah kering panen (GKP). Panen perdana padi Trisaksi dilakukan oleh Bupati Sri Mulyani, Kamis (30/7).

Sementara itu, padi varietas Trisaksi ditanam di lahan demonstrasi plot (demplot) sekitar satu hektare di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten. Umur padi sampai panen hanya 75 hari.

Baca juga: Pemkab Sorong Sumbang 20 Sapi untuk Iduladha

Selain umur pendek, kata Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Widiyanti, padi varietas Trisaksi tahan wereng dan organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya.

Hasil panen perdana padi Trisaksi, yaitu 6 ton GKP atau 5,2 ton gabah kering giling (GKG). Untuk mendukung program swasembada pangan, padi varietas baru ini akan dikembankan di Klaten.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Mulyani mengatakan panen raya padi Trisaksi di tengah pandemi virus korona menjadi kebanggaan. Ke depan varietas padi tahan wereng ini perlu dikembangkan.

"Padi varietas Trisakti perlu dikembangkan guna mempertahankan produksi di Klaten. Saat ini, Klaten surplus 101.000 ton beras dan menjadi lumbung pangan Jawa Tengah dan nasional," ujarnya, Sabtu (1/8).

Bupati Sri Mulyani mengharapkan setiap desa di Kabupaten Klaten memiliki lumbung pangan. Sehingga, saat paceklik petani masih mempunyai cadangan pangan yang disimpan di lumbung tersebut.

Pada kesempatan panen perdana padi varietas Triksakti di Desa Duwet, Sri Mulyani menyerahkan bantuan pupuk dan benih padi itu kepada petani untuk dikembangkan. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT