01 August 2020, 08:26 WIB

Remaja AS Jadi Otak Peretasan Twitter


Basuki Eka Purnama | Internasional

DAKWAAN kriminal telah diajukan kepada seorang remaja yang dituding menjadi otak peretasan Twitter dan dua orang lainnya, Jumat (31/7).

Ketiganya disebut meretas akun sejumlah selebritas dan berhasil mengelabui sejumlah orang untuk mengirimkan cryptocurrency senilai lebih dari US$100 ribu.

Jaksa Florida, Amerika Serikat (AS), Andrew Warren, menjatuhkan 30 dakwaan terhadap seorang pemuda berusia 30 tahun yang disebut mengotaki serangan siber itu. Pemuda itu ditangkap di Tampa.

Baca juga: Pengebom Maraton Boston Menang Banding Atas Hukuman Mati

Secara terpisah, kantor jaksa AS di San Francisco mengumumkan telah mengajukan dakwaan terhadap tiga orang, salah satunya di Inggris, atas peran mereka dalam serangan siber yang mengguncang Twitter.

Otoritas AS mengatakan Mason 'Chaewon' Sheppard, 19, asal Inggris bersama Nima Fazeli, 22, dari Florida terancam sanksi kriminal dalam kasus itu.

Detail mengenai orang ketiga tidak diungkap karena di masih di bawah umut. Namun, tampaknya mereka mengacu pada remaja di Florida yang akan disidang sebagai orang dewasa.

Serangan terhadap Twitter itu mencakup kombinasi teknis peretas dan social engineering yang menyebabkan para peretas menguasai akun politisi, selebritas dan musisi.

Ketiganya dituding menggunakan akun Twitter yang mereka retas untuk mengirimkan pesan kepada para follower akun itu dan meminta dikirimkan sejumlah Bitcoin.

Akun yang berhasil mereka retas antara lain adalah milik Bill Gates, Elon Musk, dan mantan Presiden AS Barack Obama. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT