01 August 2020, 06:36 WIB

Usut PPDB Siswa Titipan di Depok


KG/J-3 | Megapolitan

BEREDAR kabar bahwa sekolah negeri level SMA dan SMK di Kota Depok masih membuka program penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021. Padahal, PPDB telah ditutup sejak akhir Juni lalu.

Kepala Keasistenan Pemeriksaan 7 Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Sobirin mengungkapkan PPDB siswa titipan tidak sah.

Jika SMA/SMK membuka rombongan belajar (rombel) di luar zonasi, afirmasi, dan prestasi, harus dikenai sanksi sesuai ketentuan aparatur sipil negara (ASN).

Penegasan itu merespons adanya laporan terkait pembukaan jalur PPDB titipan untuk menampung calon siswa yang tidak diterima di PPDB reguler tahun ini. “Kalau tak ingin kena sanksi, kepala sekolah jangan coba-coba membuat peraturan sendiri,” ujarnya, kemarin.

Ombudsman mendorong Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Inspektur Provinsi Jawa Barat segera memeriksa para kepala sekolah SMA/SMK di Depok. “Kami mendesak agar dilakukan pengusutan dan investigasi mendalam untuk menemukan fakta agar permasalahan dugaan penerimaan siswa melalui jalur belakang dapat dihentikan,” tandasnya. (KG/J-3)

BERITA TERKAIT