01 August 2020, 06:22 WIB

Dapat Proyek Asal Hapus Foto Jokowi


Ins/J-2 | Megapolitan

ARTIS sinetron Indah Kartika Mutiarawati yang populer dengan nama Ike Muti menyentak jagad maya dengan mengunggah status lewat akun Instragram-nya.

Lewat akun Instagram-nya, @ikemuti16, ia mengungkapkan mendapat tawaran proyek dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta asalkan bersedia menghapus foto-foto dirinya bersama Presiden Joko Widodo.

Selengkapnya bunyi pesan tersebut. ‘Tuhan memang baik di saat pandemi saya masih ada beberapa tawaran web series, tapi kalau ada tawaran rezeki ke saya dengan meminta saya untuk menghapus foto-foto di medsos yang ada Bapak Presiden kita, Jokowi, kok rasanya enggak profesional banget!!! Hanya karena proyek webseries tersebut akan bekerja sama dengan klien dari Pemda DKI’, tulis Ike dalam akunnya.

Pesan IG @ikemuti16 bergulir pada 30 Juli dan seketika menjadi viral. Pemprov DKI menyikapi dengan melayangkan surat peringatan Nomor 1795/-075 yang berbuntut somasi kepada pemilik akun IG @ikemuti16.

Pernyataan somasi itu ditandatangani Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah. ‘Salam, Ibu Ike Muti. Kami telah mengirimkan surat somasi kepada Saudara atas isi posting Saudara di IG yg tidak faktual tsb. Harap diterima dengan baik. Kami tunggu tindak lanjutnya’, tulis akun @ DKIJakarta.

Saat dikonfirmasi, Yayan membenarkan surat peringatan tersebut. “Ya, benar (kami berisomasi),” kata Yayan kepada Media Indonesia, Jumat (31/7).

Bunyi surat peringatan Pemprov DKI yang diizinkan Yayan untuk dikutip, antara lain sebagai berikut:

Sehubungan posting-an Saudara di akun IG @ikemuti16 yang kemudian menjadi berita viral di media sosial pada Kamis 30 Juli 2020 yang pada intinya menyatakan ada tawaran proyek di Pemda DKI yang mensyaratkan Anda untuk menghapus foto Anda dengan Presiden Joko Widodo agar mendapatkan proyek tersebut.

Karena isi posting-an tersebut tidak faktual, tidak benar, dan berisi kebohongan, serta telah viral di media sosial yang membuat nama baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dirugikan, dengan ini kami memperingatkan Saudara untuk:

1. Menjelaskan apa penanggung jawabnya.

2. Menyebutkan dengan jelas siapa yang menyuruh Saudara untuk menghapus foto Anda dengan Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan proyek tersebut, serta kapan dan melalui media komunikasi apa instruksi itu disampaikan.

3. Menunjukkan bukti komunikasi yang menyatakan permintaan Pemerintah Provinsi DKI untuk menghapus foto Anda dengan Presiden Joko Widodo, proyek yang Saudara sebutkan dan siapa.

Kami tunggu dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak Jumat 31 Juli 2020. Apabila tidak ada penjelasan dan klarifikasi secara tertulis dan ditandata ngani di atas materai dari Saudara, kami akan langsung me nempuh setiap dan semua upaya hukum sesuai dengan kaidah hukum pidana. (Ins/J-2)

BERITA TERKAIT