01 August 2020, 04:25 WIB

Menunggu Sentuhan Emas Zizou di Etihad


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

KEGEMBIRAAN langsung meledak ketika Real Madrid memastikan kemenangan 2-1 atas Villarreal yang membawa mereka menjadi juara La Liga 2020. Seluruh pemain langsung mengangkat sang pe latih, Zinedine Zidane, dan melemparlemparkan ke udara sebagai tanda sukacita.

Los Blancos sebenarnya bukan baru pertama kali menjadi juara Liga Spanyol. Namun, dalam 10 tahun terakhir mereka selalu berada di bawah bayang-bayang Barcelona. Musim lalu Real Madrid bahkan tertinggal hampir 20 poin dari musuh bebuyutannya itu.

Perjuangan ke tangga juara di musim ini pun sebenarnya tidak mudah. Zizou, yang dipanggil kembali Presiden Real Madrid Florentino Perez setelah dipecat pada 2018, harus membangun kembali timnya yang sempat porak-poranda.

Istirahat panjang karena pandemi covid-19 memberikan berkah tersendiri kepada pelatih asal Prancis itu untuk bisa menata tim. Hasilnya, ketika musim kompetisi dilanjutkan Juni lalu, Les Merengues meraih kemenangan penuh dalam 10 pertandingan pertama yang dimainkan.

Hasil sempurna itulah yang membawa Real Madrid mampu mengejar Blaugrana dan bahkan melewatinya. Zizou benar-benar mengembalikan kebesaran Los Blancos setelah sebelumnya ia mempersembahkan gelar juara pada musim kompetisi 2016/2017.

Kini harapan tinggi ditumpukan lagi kepada Zidane. Ia diharapkan bisa kembali membawa pulang trofi Liga Champions ke Madrid. Ketika tiga tahun pertama menangani Real Madrid pada 2016 hingga 2018, Zizou mencetak hattrick dengan tiga kali berturut-turut menjuarai Liga Champions.

Namun, perjuangan untuk bisa mengangkat piala kedua di musim ini tidaklah mudah. Pada pertandingan penentuan 7 Agustus mendatang
di Stadion Etihad, Los Blancos harus menang minimal dua gol atas tuan rumah Manchester City.

Pada pertandingan pertama di Stadion Bernabeu, Real Madrid bukan hanya dipaksa menyerah 1-2 dari tim asuhan Joseph Guardiola. Mereka juga harus kehilangan palang pintu andalan Sergio Ramos. Kapten kesebelasan Los Merengues itu diganjar kartu merah atas pelanggaran kepada penyerang City, Gabriel Jesus, dan otomatis harus absen pada pertandingan pekan depan.

Bukan Zidane kalau tidak optimistis akan kemampuan tim asuhannya. Sama ketika membawa Prancis mengangkat Piala Dunia pertama pada 1998, banyak orang yang ragu akan kemampuan Prancis untuk bisa meredam ketajaman Brasil yang memiliki pemain bintang sekelas Ronaldo. Namun, Zizou mampu membuat Prancis berpesta dengan kemenangan 3-0.

Kali ini Zidane percaya tim asuhannya bisa bangkit dari kekalahan karena ia berhasil melakukan transformasi. Ia mampu menata kembali Real Madrid sebagai sebuah kekuatan yang utuh baik dalam bertahan maupun menyerang. Zizou memperbaiki kesalahan yang dilakukan dua pelatih sebelumnya, yakni Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

Absennya Ramos diyakini tidak akan banyak memengaruhi kekuatan Real Madrid. Zidane memiliki Eder Militao yang tidak kalah dari Ramos baik dalam bertahan maupun keluar menyerang. Pemain muda asal Brasil ini akan menjadi tandem yang bisa diandalkan bagi salah satu pemain belakang terbaik dunia, Raphael Varane.

Di posisi bek kiri, Zidane juga menemukan pemain muda yang tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan pemain asal Brasil, Marcelo. Pelatih Real Madrid bahkan kesulitan memilih antara Ferland Mendy atau Marcelo saat menghadapi City nanti.

Satu yang belum bisa diselesaikan Zidane ialah posisi bek kanan. Ia masih tergantung kepada pemain kawakan Dani Carvajal. Namun, Zidane beruntung memiliki gelandang bertahan yang mampu menjaga keseimbangan tim, yakni Casemiro. Satu lagi yang membuat gawang Real Madrid sulit ditembus ialah penampilan yang semakin meyakinkan dari kiper Thibaut Courtois.

Kukuhnya barisan pertahanan membuat para penyerang Los Blancos lebih percaya diri menekan pertahanan lawan. Apalagi, Karim Benzema kini menemukan kembali dirinya. Setelah kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus, penyerang asal Prancis itu menunjukkan dirinya sebagai mesin gol yang produktif.

Benzema mengharapkan rekan-rekannya bisa melanjutkan penampilan seperti ketika memenangi La Liga pekan lalu. “Sekarang waktunya kembali bekerja. Memenangi pertandingan melawan City merupakan sesuatu yang penting sekarang ini,” ujar Benzema.

Dukungan dari Luka Modric dan Toni Kroos dari lapangan tengah akan memudahkan Benzema menjebol gawang City. Apalagi, jika Eden Hazard bisa tampil mendukung serangan dari sayap. Bersama Marco Asensio yang beraksi dari sayap kanan, Hazard bisa menggoyahkan pertahanan City.

Faktor Guardiola

Satu yang membuat anak-anak Real Madrid semakin bersemangat menghadapi City ialah faktor Guardiola. Pelatih City itu merupakan simbol dari musuh besar Los Blancos karena lama berkiprah sebagai pemain Barca dan juga lama menjadi pelatih Blaugrana.

Bagi Guardiola sendiri, Real Madrid bukan tim yang asing. Ia tahu kekuatan dan kelemahan klub dari Madrid itu sehingga paham bagaimana harus menghadapinya.

Satu yang selalu disuntikkan kepada anak asuhnya ialah keberanian tampil menyerang. Sikap rendah diri saat menghadapi klub raksasa Spanyol itu justru akan membuat tim semakin tertekan karena para pemain Real Madrid akan semakin menjadi-jadi menggempur pertahanan mereka.

Pada pertandingan pertama di Bernabeu, City nyaris menelan pil pahit.

Beruntung setelah kebobolan gol Isco pada menit ke-59, Guardiola mampu meyakinkan anak asuhnya untuk berani bermain dan hasilnya mereka bisa mencuri dua gol balasan pada tujuh menit terakhir melalui Jesus dan Kevin de Bruyne.

Guardiola sangat mungkin akan mempertahankan tim yang sama ketika mengejutkan Real Madrid akhir Februari lalu. Gabriel Jesus kembali menjadi andalan di depan karena Sergio Aguero belum kunjung pulih dari cedera lututnya.

Pilihan sebagai pendamping Jesus di depan ialah duet Bernando Silva dan Riyad Mahrez atau Raheem Sterling dan Mahrez. Kedua pasangan itu sama baiknya karena mereka memiliki kecepatan untuk memaksa dua bek sayap Real Madrid tidak leluasa keluar menyerang.

Di lapangan tengah, sebagai pendamping De Bruyne, Guardiola bisa mempercayakan gelandang asal Jerman Ilkay Gundongan dan pemain asal Argentina Rodrigo Hernandez. Gundongan sendiri menyatakan siap apabila kembali dipercaya untuk ikut menggalang lapangan tengah.

“Saya akan memberikan kemampuan terbaik apabila dipercaya pelatih. Kalau saya diminta berperan sebagai false nine, saya pun siap,” tegas Gundongan.

Satu yang masih menjadi pemikiran Guardiola ialah mencari pengganti center-back Aymeric Laporte yang masih belum pulih dari cedera. Pilihan terbaik yang ada menduetkan Fernandinho dan Nicolas Otamendi untuk mengawal jantung pertahanan, sementara posisi bek sayap diisi pemain asal Prancis Benjamin Mendy di kiri dan Kyle Walker di kanan.

Guardiola harus berusaha agar City jangan sampai kebobolan di menit-menit awal. Ia masih mempertimbangkan memilih antara Ederson atau Claudio Bravo sebagai penjaga gawang. Inkonsistensi penampilan kedua kiper yang ada bisa membuyarkan kemenangan yang sudah dikantongi City.

 

BERITA TERKAIT