01 August 2020, 04:12 WIB

Idul Adha dengan Protokol Kesehatan


Andhika Prasetyo | Humaniora

PELAKSANAAN salat Idul Adha 1441 H di berbagai daerah kemarin berlangsung tertib. Namun, protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan lainnya belum diterapkan maksimal. Aturan menjaga jarak antarjemaah antara lain berlangsung dalam salat di halaman Wisma Bayurini, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, yang dihadiri oleh Presiden Joko Wi dodo dan Ibu Negara Iriana bersama putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep.

Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor, Muhammadun, yang menjadi khatib dan imam berkhotbah tentang pentingnya menjalin silaturahim dengan berkurban.

“Kita bagikan daging kurban kepada fakir miskin, sanak saudara, tetangga, dan teman kerabat agar bisa sambung silaturahim karena silaturahim akan memperbanyak saudara, menambah rezeki, dan memperpanjang umur yang berkah,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menjadi imam dan khatib di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Ia salat bersama pengungsi korban banjir bandang dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melaksanakan salat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf Discovery Sunggu minasa, Kabupaten Gowa, Sulsel. “Tahun ini pelaksanaan Idul Adha di tengah pandemi. Ini merupakan ujian,” kata Syahrul.

Ramainya jemaah juga menjadi perhatian Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. “Justru jemaah ini bisa kita kontrol karena waktunya jelas jika dibandingkan dengan kerumunan lainnya seperti di pasar,” ucap Irwan yang mengikuti salat di halaman Kantor Gubernur Sumbar.

Di Masjid Agung Lamongan, Jawa Timur, panitia juga memberlakukan protokol kesehatan. Suhu badan jemaah dicek. Jemaah juga wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

Panitia menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, kantong plastik untuk alas kaki, serta mempersingkat salat dan waktu khotbah.

“Mari jadikan momen ini untuk menjadi hamba Allah yang bersabar, termasuk menjalankan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah. Tidak hanya di masjid, tapi juga di fasilitas umum,” pesan KH Maksum Luthfillah selaku khotib.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi pengelola masjid yang sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan berarti warga sudah berkontribusi mencegah penularan covid-19 di tengah perayaan Idul Adha,” ungkapnya di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI.

Tahun ini, untuk mencegah kerumunan, pemotongan hewan kurban yakni 800 sapi juga tidak diselenggarakan di Balai Kota, tetapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Dharma Jaya.

Daging kurban lalu langsung didistribusikan kepada warga, rumah yatim piatu, juga pondok pesantren. Ini yang antara lain dilakukan di
Masjid Istiqlal, yang menyembelih 21 sapi dan 15 kambing. Namun, masjid itu tidak menggelar salat Idul Adha karena pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Minim jarak

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 yang berisi antara lain imbauan bagi anak-anak, orangtua, atau orang yang memiliki kondisi rentan untuk tidak mengikuti salat Idul Adha di tempat umum.

Namun, kemarin masih banyak anak yang datang sendiri atau bersama orangtua. Itu misalnya terlihat di Masjid At-Taqwa, Matraman, Jakarta Timur. Protokol menjaga jarak dalam saf salat juga tidak diterapkan maksimal.

“Ke sini sama teman. Enggak takut banget sih sama korona. Ini aku pakai masker,” kata Sabrina, 8. (Ins/Ykb/YK/LN/YH/X-11)

BERITA TERKAIT