01 August 2020, 03:20 WIB

Koperasi Pangan Perlu Diperkuat


(Iam/Hld/E-3) | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan perlunya koperasi pangan diperkuat di Indonesia karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan kontributor ke-3 terbesar dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Namun, koperasi pangan yang ada saat ini belum optimal. Teten menyebutkan saat ini jumlah koperasi pangan yang aktif hanya 11% atau 13.821 unit dari 123.048 unit yang
tersebar di berbagai daerah.

“Kondisi koperasi pangan yang kita miliki saat ini belum optimal. Masih serba terbatas. Dalam praktik berkoperasi, keberadaan koperasi pangan di Indonesia perlu sama-sama kita
perkuat,” kata Teten melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Sementara dari segi volume usaha, koperasi pangan juga masih kecil, yakni hanya Rp11 triliun atau kurang dari 8% dari total volume usaha koperasi di Indonesia sebesar Rp154,718
triliun. Teten menyebut hal itu disebabkan keterbatasan akses lahan, pembiayaan, serta rantai pasok yang terlalu rumit dan panjang.

“Untuk itu, koperasi sebagai lembaga sosial-ekonomi dapat hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut melalui konsolidasi orang (petani), lahan, pembiayaan, logistik, pasar, hingga kaitannya dengan program-program pemerintah,” ujar Teten.

Langkah yang dilakukan Kemenkop dan UKM ialah akan terus memperkukuh koperasi dalam perekonomian nasional melalui pengembangan koperasi pangan dan optimalisasi
perhutanan sosial.

“Kami juga mengembangkan laman khusus UMKM pada e-katalog LKPP yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Jumlah pelaku UMKM dalam pengadaan pemerintah secara elektronik mencapai 1.237 penyedia dengan potensi total nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp310 triliun,” tandasnya.

Teten juga menegaskan pihaknya terus melakukan pendampingan, pengawasan, penyuluhan, dan peningkatan SDM koperasi dengan menyebar 1.235 petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL) di 33 provinsi dan 341 kabupaten/kota.

Secara terpisah, untuk memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (persero) menggelar pelatihan online bertajuk Mendukung
Nasabah UMKM Go Digital. (Iam/Hld/E-3)

BERITA TERKAIT