01 August 2020, 03:10 WIB

Pariwisata Bali Mulai Menggeliat


ARNOLDUS DHAE | Ekonomi

PEMERINTAH pusat mendukung langkah Pemprov Bali yang mulai kemarin menghidupkan kembali industri pariwisata secara bertahap.

Untuk tahap awal, pariwisata di ‘Pulau Dewata’ ditujukan bagi wisatawan domestik. Jika hingga akhir Agustus tidak ditemukan daerah yang berstatus zona merah, Bali akan
diizinkan untuk menerima wisatawan mancanegara.

“Sekarang kita melihat bahwa sudah waktunya ekonomi ini mulai dipulihkan. Kita membuka Bali. Ini bukan asal dibuka, semua itu berangkat dari berapa jumlah yang infeksi, berapa jumlah yang sembuh berapa mortality rate-nya. Nah, itu menjadi acuan, apakah dia masuk zona merah, apa kuning, atau hijau. Bali ini, menurut saya, beberapa daerah sudah banyak yang hijau, ada masih yang kuning, tetapi tidak ada yang merah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal itu disampaikannya dalam Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7).

Ia pun mengingatkan, masalah kesehatan tetap menjadi acuan utama dalam pemulihan pariwisata itu. Pemerintah pun tak akan segan menutup kembali pariwisata jika di pulau itu
ditemukan daerah berstatus zona merah.

“Masalah kesehatan ini penting. Karena itu, protokol kesehatan jangan sampai ditawar-tawar. Kita semua harus bahu-membahu untuk menegakkan disiplin ini. Tanpa disiplin, covid-19 tidak akan terkendali dan akan berdampak bagi ekonomi,” tegasnya.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), 60% wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia berwisata ke Bali. Pariwisata Bali juga menyumbang 28,9% devisa pariwisata nasional, yakni sebesar Rp75 triliun.

Namun, di saat pandemi covid-19, dari 1,3 juta wisatawan pada Maret 2019, turun menjadi 470.000 wisatawan pada Maret 2020. Dari 1,2 juta wisatawan pada April 2019 menjadi 158.000 wisatawan pada April 2020. Begitu pula di Mei 2020, tinggal 163.000 pelancong dari 1,2 juta pelancong pada Mei 2019.

Tahapan pembukaan

Di acara itu, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan tiga tahap pembukaan pariwisata Bali, yakni untuk wisatawan lokal Bali mulai 9 Juli lalu, dibuka untuk wisatawan Nusantara
mulai 31 Juli, dan untuk wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang. Menurut Koster, jika pariwisata di Bali makin lama dibuka, makin terpuruk pula perekonomian di sana.

“Jadi, meski aktivitas pariwisata berjalan, kita pastikan covid-19 tetap bisa ditangani dengan baik. Inilah harapan kita. Jangan sampai pariwisata dibuka, tetapi muncul kasus baru,”
kata Koster.

Ia juga berharap agar kementerian dan lembaga mulai mengadakan kegiatan rapat rapat di Pulau Dewata untuk mempercepat menggerakkan perekonomian Bali.

Hari pertama kemarin, secara berangsur Bandara Ngurah Rai mulai dibanjiri kedatangan wisatawan domestik. Saat menyambut kedatangan sekitar 400 penumpang dari Jakarta kemarin, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati menyampaikan optimismenya.

“Intensitas penerbangan sempat anjlok, bahkan pernah hanya 5 penerbangan dalam sehari. Namun, beberapa hari terakhir terus bertambah. Kemarin 67 penerbangan dan hari
ini dijadwalkan ada 60 penerbangan,” ujarnya. (Hld/RS/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT