01 August 2020, 02:35 WIB

Ibadah Haji dalam Bayangan Korona


MI | Internasional

PADA tahun-tahun sebelum pandemi virus korona (covid-19) merebak, sekitar 3 juta orang dari seluruh dunia berbondong-bondong ke situs Islam paling suci untuk berdoa haji di bawah terik matahari Arab Saudi.

Pandemi korona membuat pertemuan besar tidak mungkin, hanya beberapa ribu peziarah Saudi dan penduduk asing di kerajaan diizinkan untuk berkumpul tahun ini di dataran Arafat untuk ritual yang paling penting. Mereka berbagi permohonan bersama.

“Semua orang akan berdoa agar pandemi ini berakhir dan bagi semua orang di dunia untuk melihat bulan-bulan depan yang lebih baik setelah semua penderitaan yang disebabkan virus korona” kata Ammar Khaled, seorang peziarah India berusia 29 tahun yang merupakan IT profesional di Jeddah.

Selama bertahun-tahun, kerajaan telah menghabiskan miliaran dolar untuk membuat salah satu ziarah keagamaan terbesar di dunia menjadi lebih aman.

Tahun ini, ia menghadapi tantangan menjaga ibadah haji, tugas sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mampu dan mampu menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah, aman dari covid-19.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, secara teratur kerajaan telah mengurangi jumlah peziarah. Hal itu untuk memastikan langkah-langkah menentukan jarak sosial dipatuhi.

Menteri Haji mengatakan pada Juni jumlah peziarah akan dibatasi sekitar 1.000, tetapi tidak ada jumlah resmi telah diberikan untuk mereka yang melakukan ritual minggu ini. Beberapa media lokal mengutip angka sekitar 10.000.

Para profesional kesehatan dan keamanan Saudi, di garis depan pertempuran melawan penyakit itu, merupakan sekitar 30% dari total, dengan sisanya berasal dari 160 negara yang tinggal di kerajaan itu.

Peziarah yang mengenakan masker mengelilingi Kabah struktur batu yang paling suci dalam Islam dan arah yang harus dihadap umat Islam dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 50 orang, masingmasing menjaga jarak yang aman terpisah dan disertai seorang profesional kesehatan yang memantau pergerakan mereka.

Di lokasi, 3.500 pekerja menyebar di Masjidil Haram, Mekah, untuk melakukan pembersihan menggunakan 54.000 liter atau 11.888 galon desinfektan dan 1.050 liter atau 277 galon penyegar udara setiap hari. Lantai masjid juga digosok 10 kali sehari atau naik dari 3 kali jika dibandingkan dengan sebelumnya. (Aljazeera/Faustinus Nua/I-1)

BERITA TERKAIT