01 August 2020, 01:45 WIB

Republik Tolak Penundaan Pemilihan Presiden AS


MI | Internasional

PRESIDEN Donald Trump pada Kamis (30/7) mengemukakan pendapat untuk pemilihan presiden AS pada 3 November nanti. Gagasan tidak hanya ditolak Demokrat yang merupakan lawan nya, tetapi juga rekan-rekan Trump dari Partai Republik di Kongres.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Kevin McCarthy mengatakan bahwa dalam sejarah AS tidak pernah menunda pemilihan federal.

“Tidak pernah dalam sejarah pemilihan kita tidak perlu mengadakan pemilihan dan kita harus maju dengan pemilihan kita,” kata McCarthy.

AS telah mengadakan pemilihan selama lebih dari 200 tahun. Sementara itu, selama Perang Sipil, Depresi Hebat, dan dua perang dunia, negara itu te tap melangsungkan pesta demokrasi.

Dalam Konstitusi AS, Kongres memiliki wewenang untuk melakukan perubahan atau meminta yang diminta. Namun, hal itu dapat mencederai demokrasi negara itu. Artikel II Konstitusi AS memberikan Kongres untuk pemilihan waktu dan amendemen ke-20 yang membahas masa jabatan presiden dan wakil presiden berakhir pada 20 Januari setelah pemilihan umum.


Perwakilan Partai Demokrat AS Zoe Lofgren, yang mengetuai komisi DPR yang meminta keamanan pemilu, juga menolak pemilihan. Dia mengatakan Presiden AS percaya pada informasi yang salah tentang potensi kecurangan dalam pilpres di tengah pandemi.

“Dalam situasi apa pun kami tidak akan mempertimbangkan untuk menerima tanggapan Pre siden yang tidak layak dan serampangan terhadap virus pandemi korona atau memberikan kepercayaan pada kebohongan dan informasi yang salah yang ia sebarkan,” kata Lofgren.

Sebelumnya, Trump mengatakan pilpres nanti akan terjadi kecurangan. Dia mengaku khawatir banyak suara yang hilang dan bisa menjadi bagian terburuk dari sejarah pemilihan di negara demokrasi itu. (Van/France24/I-1)

BERITA TERKAIT