31 July 2020, 08:15 WIB

Peduli Pandemi Covid-19, Owner Pstorec Kurban 410 Hewan


Mediaindonesia.com | Nusantara

HARI Raya Idul Adha adalah momentum bagi umat Muslim untuk berkurban bagi mereka yang mampu. Korban itu bisa berbentuk kambing, domba, atau sapi.

Hal itu pula yang dilakukan youtuber  yang pengusaha elektronik Putra Siregar. Ia tercatat menyembelih 410 hewan kurban, yang disebar di seluruh Indonesia. Atas pengorbanannya itu, ia mendapat dua rekor MURI, yakni siaran langsung penyembelihan hewan kurban dan tempat ibadah Terbanyak, dan kedua penghargaan dalam kategori pembagian paket daging kurban oleh ojek terbanyak.

Baca juga: Sambut Idul Adha, Polda Metro Siapkan 3.327 Personel

"Dua rekor MURI sekaligus di berikan kepada Putra Siregar, meliputi kategori kurban terbanyak yang di siarkan secara live melalui aplikasi Zoom. Kedua pendistribusian daging kurban menggunakan 999 ojek online dan pangkalan," terang senior manager MURI Yusuf Ngadri, Jumat (31/7).

Sementara itu, Putra mengatakan tahun ini jumlah kurbannya terbanyak selama menjadi pengusaha. "Ini paling banyak 410 hewan kurban yang disebar ke tempat ibadah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia," kata Putra.

Putra mengatakan bahwa 410 hewan kurban yang ia kurbankan dalam Hari Raya Idul Adha 1441 H ini, tanpa dibantu sponsor dan juga dermawan. "Semua pakai uang sendiri."

Dalam rinciannya, Putra menyerahkan hewan kurban ke tempat ibadah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia berupa 220 ekor kambing, 189 ekor sapi, dan 1 ekor unta yang dikirim ke Palestina. "Saya sih engga ngitung berapa uang yang saya keluarkan. Tapi kalau kisarannya hampir Rp6 miliar."

Bukan bermaksud untuk sombong dan riya, Putra menegaskan bahwa semua yang ia kurbankan adalah bentuk kepeduliannya kepada sesama yang membutuhkan, karena terdampak dari pandemi covid-19. "Saya tidak takut miskin karena saya tidak kaya. Karena bagi saya, semua yang saya dapatkan semua berasal dari sedekah saya."

Terkait soal kasus yang menyeret namanya terkait penjualan ponsel ilegal melalui toko miliknya Pstore,  Putra Siregar buka suara, bahwa dirinya tidak menampik memang pada 2017 sempat tersandung kasus tersebut. Namun dirinya selalu komperatif kepada pihak bea cukai.

"Itu kasus lama pada 2017 dan entah kenapa baru sekarang baru menjadi viral. Masalah ke pabean, bisa jadi persaingan bisnis dan juga pembunuhan karakter. Ya sempat stress juga tapi dukungan keluarga dan teman-teman membuat saya menjadi lebih tegar dalam menghadapi kasus ini," pungkas Putra, (RO/A-1)

 

BERITA TERKAIT