31 July 2020, 18:25 WIB

Saat Gage Berlaku, DKI Jamin Transportasi Umum Tidak Membludak


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan saat diberlakukan pembatasan mobil pribadi dengan plat ganjil genap maka banyak orang yang akan beralih ke transportasi umum

Namun, dia menjamin kapasitas transportasi umum di Ibu Kota tidak membludak. Hal itu, kata Syafrin, berdasarkan simulasi yang sudah dilakukan pada MRT Jakarta.

"Contohnya kapasitas MRT yang dari arah selatan. Saat ini rata-rata per sekali jalan itu rangkaiannya hanya menampung 100 penumpang, paling tinggi. Sementara kapasitas satu rangkaian dengan physical distancing itu 300 orang. Artinya ini masih jauh dari kapasitas yang ditampung," ujar Syafrin di Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7).

Begitu juga dengan Transjakarta. Syafrin menyebut saat ganjil genap di 25 ruas diterapkan pada pekan depan, akan ada penambahan unit bus TransJakarta.

Baca juga: Akui WFH Tak Efektif, Ganjil Genap Jadi Solusi Anies

"Begitu ada antrean yang mulai keluar halte, otomatis bus kami tambah. Jadi, tidak lagi headway 5 atau 3 menit, tapi bahkan bisa detik. Begitu penuh diisi lagi," tukas Syafrin.

Menurutnya, hal tersebut sudah diterapkan. "Contohnya di (halte) Pinang Ranti. Sekarang sudah tidak ada keluhan ada antrean. Atau di halte Klender yang di awal PSBB transisi di sana ada antrean. Itu yang kami pantau. Termasuk juga di halte Cawang UKI," ujar Syafrin.

Uji coba ganjil genap di 25 ruas jalan akan dilakukan pada Senin (3/8) mendatang. Dengan pembagian dua waktu, yakni pada pagi hari dari pukul 06.00-10.00 WIB dan pada sore hari pukul 16.00-21.00 WIB

"Kami harapkan jika dilakukan pembatasan terhadap orang yang akan melakukan kegiatan yang penting, dia bisa menggunakan angkutan umum dengan kapasitasnya (angkutan) tetap dijaga setengahnya," pungkas Syafrin. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT