31 July 2020, 17:30 WIB

Akui WFH Tak Efektif, Ganjil Genap Jadi Solusi Anies


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui pemberlakuan pembatasan kapasitas 50% karyawan dengan sebagian bekerja di rumah atau work from home (WFH) tidak efektif selama PSBB masa transisi

"Ternyata volume lalu lintas itu sekarang di beberapa titik pemantauan volumenya sudah di atas normal. Artinya bahwa pengaturan waktu, termasuk WFH selama PSBB transisi ini tidak berjalan efektif," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Jumat (31/7).

Syafrin mengaku berdasarkan hasil evaluasi pihaknya selama dua minggu terakhir ditemukan beberapa titik atau ruas di Ibu Kota yang mengalami kemacetan. Aktivitas perkantoran menjadi salah satu penyumbang meningkatnya pergerakan warga di tengah pandemi covid-19.

Oleh karena itu, Gubernur DKI Anies Baswedan memberlakukan pembatasan kendaraan pribadi dengan plat ganjil genap pada pekan depan di 25 ruas jalan Jakarta.

Baca juga: DKI Minta Karyawan yang Masuk Kerja Sesuai Plat Ganjil Genap

"Pemprov DKI saat ini enggak memiliki lagi instrumen pembatasan pergerakan orang. Oleh sebab itu, sekarang yang diaktivasi adalah dengan ganjil genap. Harapannya, yang WFH enggak melakukan perjalanan tidak penting," tegas Syafrin.

Imbauan untuk tetap di rumah kerap diabaikan warga. Syafrin berharap dengan adanya pembatasan mobil pribadi berplat ganjil genap bisa mengurangi kerumunan di jalan atau tempat pusat kegiatan di Jakarta.

"Lebih baik tetap di rumah. Harapannya dengan pola ini, volume lalu lintas turun dan paling utama adalah enggak ada ada penumpukan di pusat kegiatan atau tempat keramaian karena adanya pergerakan yang enggak penting," pungkas Syafrin. (OL-14)

BERITA TERKAIT