31 July 2020, 15:35 WIB

Ajak Toas Menko Luhut, Gubernur Koster Ungkap Khasiat Arak Bali


Arnoldus Dhae | Ekonomi

GUBERNUR Bali Wayan Koster mengajak Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan toas dengan arak bali.

Toas arak bali tersebut berlangsung dalam Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, Jumat (31/7).

Turut hadir dalam deklarasi itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Baca juga: Mulai 31 Juli, Wisnus Boleh Kembali Kunjungi Bali

Koster mengakui ada pesan khusus dalam toas arak bali. Pertama, diplomasi ekonomi produk lokal Bali di hadapan Luhut dan Wishnutama.

Dia menjelaskan, arak bali sudah dilegalkan dalam Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Bahkan, Koster menilai upaya itu adalah implementasi butir program trisakti Proklamator Soekarno yakni kemandirian secara ekonomi atau ekonomi berdikari yang akarnya adalah kedaulatan rakyat.

Baca juga: Bali Mematangkan Program Pariwisata di Era Kenormalan Baru

Koster mengaku ingin mengembangkan industri arak bali yang dipadukan dengan kemasan dan label Barak untuk kebutuhan wisatawan dan ekspor.

Pesan kedua, lanjut Koster, ialah arak bali mampu menjadi obat virus korona atau covid-19 khususnya bagi oran tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Bahkan, lanjut dia, sejumlah pasien di tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali menjalani terapi arak bali. "Terapi arak ini ternyata efektif sekali, mereka yang baru positif, ternyata dua hari dilakukan treatment arak, tercatat pada hari ketiga mereka negatif dan sembuh," ujar dia. (X-15)

BERITA TERKAIT