31 July 2020, 15:26 WIB

MUI: Sabar Berkorban di Masa Pandemi Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

UMAT Islam di seluruh dunia hari ini merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 H dengan melaksanakan salat Id dan ibadah kurban, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, MUI M Cholil Nafis, mengatakan salat Idul Adha dan ibadah kurban yang dijalankan umat muslim pada hakikatnya sebagai kesadaran memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Penyembelih Kurban di Masjid Nursiah Daud Paloh Gunakan APD

“Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini memiliki fondasi kuat dan memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi rasul-rasul terdahulu. Nabi Ibrahim dikenal sebagai peletak pertama ibadah qurban,” ujar M Cholil dalam pernyataan tertulis, Kamis (30/7).

Saat ini umat Islam di Indonesia sedang mendapat musibah pandemi covid-19, sehingga terdapat banyak perubahan dan kesulitan baik dalam hal keagamaan, sosial dan ekonomi. Secara keagaman, banyak perubahan tata laksana dalam beribadah, seperti tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid hingga tidak dapat merapatkan shaf demi menghindari penularan covid-19.

Secara sosial keagamaan juga banyak hal yang berubah karena mengikuti protokol kesehatan seperti tidak bersalaman dan bertemu secara langsung, tidak bisa mudik saat lebaran dan acara-acara hari besar dan tabligh akbar sulit dilaksanakan.Di samping itu, secara ekonomi pendapatan masyarakat banyak yang menurun, bahkan sebagian ada yang dirumahkan atau diberhentikan dari pekerjaan.

Meski dalam kondisi prihatin, namun umat muslim diminta untuk bersabar dengan niat demi mendekatkan diri kepada Allah.

“Apapun kondisinya harus banyak berkorban demi mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup baik secara moril maupun materiil. Harus meluruskan niat, semua upaya semata-mata qurbanan (mendekatkan diri) kepada Allah SWT,” tuturnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT