31 July 2020, 12:29 WIB

Potong Hewan Kurban, Masjid di Jaktim Terapkan Protokol Kesehatan


Tri Subarkah | Megapolitan

PANDEMI Covid-19 memaksa panitia kurban Hari Raya Idul Adha tahun ini beradaptasi. Di Masjid Jami Baiturrahman di Duren Sawit, Jakarta Timur, misalnya, pemotongan hewan kurban dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan pantauan mediaindonesia.com, panitia menempatkan hewan kurban di halaman luar masjid. Sedangkan, untuk pemotongan dilakukan di halaman dalam. Salah seorang pantia terdengar memanggil nomor antrean hewan menggunakan pengeras suara.

Baca juga: Sehari, Pasien Sembuh Covid-19 di Wisma Atlet Capai 262 Orang

Menurut Abdul Aziz, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Baiturrahman, hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerumunan di dalam area pemotongan. Selain itu, pemisahan kandang dan area pemotongan juga membantu mengurangi tingkat stres hewan kurban.

"Secara psikologis binatang, kita menjaga tingkat stres binatang dalam menunggu waktu pemotongan. Jadi pada saat ada petugas yang memanggil, nanti petugas yang lain mengeluarkan hewan kurban dari kandang," kata Abdul saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7).

Abdul menjamin bahwa pihaknya telah mengikuti ketentuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun imbauan Majelis Ulama Indonesia dalam menjalankan ibadah pada Idul Adha tahun ini. Cara lain untuk menghindari kerumunan warga adalah dengan menyalurkan daging kurban ke pihak Rukun Tetangga (RT).

"Pendistribusian melalui dropping ke RT-RT yang jadi binaan database Masjid Jami Baitruhaman. Ketentuan yang lain, hanya pantia yang berada di halaman pemotongan hewan kurban, di luar itu, penonton dan sebagainya tidak diperkenankan masuk ke area masjid," jelas Abdul.

Ketentuan tersebut juga terpampang dalam spanduk yang telah dipasang di bagian depan area masjid. Di spaduk tersebut, setidaknya memuat dua imbauan, yakni:

1. Selain panitia, tidak diperbolehkan memasuki area masjid/area pemotongan,

2. Tidak ada pendistribusian daging kurban secara langsung di masjid.

Sebanyak 55 orang panitia yang bertugas di masjid tersebut juga diwajibkan mengenakan masker. Abdul mengatakan ada sekitar 700 paket daging yang nantinya akan didistribusikan dari Masjid Jami Baiturrahman. Adapun hewan yang dipotong di masjid itu terdiri dari 52 ekor kambing dan enam ekor sapi.

Kendati demikian, kegiatan pemotongan hewan kurban di masjid tersebut tetap menarik perhatian warga sekitar. Nurhayati, 39, misalnya, datang untuk memenuhi permintaan putranya menyaksikan hewan kurban disembelih.

Baca juga: SMA/SMK Negeri di Depok Masih Buka PPDB

Nurhayati mengakui pada tahun ini jumlah hewan dan warga yang menonton jauh lebih sedikit. Hal itu disebabkan oleh pandemi Covid-19. Selain itu, Nurhayati yang berprofesi sebagai guru TK juga mengatakan pandemi telah mempengaruhi keadaan ekonominya.

"Tahun ini saya nggak (kurban), tahun lalu kurban, dua tahun lalu juga saya kurban," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT