31 July 2020, 12:17 WIB

Joshua Wong Janji Lanjutkan Perlawanan di Hong Kong


Basuki Eka Purnama | Internasional

AKTIVIS demokrasi di Hong Kong akan terus melawan pembungkaman kebebasan politik oleh Tiongkok. Hal itu diungkapkan tokoh demokrasi Hong Kong Joshua Wong, Jumat (31/7), setelah dia dan aktivis lainnya dilarang mencalonkan diri dalam pemilu.

"Perlawanan kami akan berlanjut dan kami harap dunia akan bersama kami dalam perjuangan berat yang akan datang," ujarnya.

Berpakaian kaos hitam bertuliskan 'They can't kill us all', pemuda berusia 23 tahun itu mengecam pemerintah Hong Kong yang mendiskualifikasi para aktivis demokrasi untuk mencalonkan diri dalam pemilu legislatif, September mendatang.

"Tidak bisa disangkal, pemilu itu akan menjadi pemilu paling penuh kepalsuan sepanjang sejarah Hong Kong," ujar Wong.

Baca juga: Beijing Minta Eropa Tidak Terlibat dalam Koalisi AS

Pendiskualifikasian para aktivis itu merupakan pukulan teranyar bagi gerakan demokrasi di Hong Kong.

Hal itu terjadi setelah Tiongkok memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional pada bulan lalu di Hong Kong yang melarang subversi

Pada Kamis (30/7), sebanyak 12 aktivis demokrasi mendapatkan informasi bahwa mereka tidak bisa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif karena sikap politik mereka.

Para aktivis prodemokrasi berharap bisa meraih mayoritas di legislatif Hong Kong yang beranggotakan 70 orang.

Pemerintah Hong Kong, Kamis (30/7), merilis daftar pandangan politik yang dilarang bagi calon anggota legislatif. Pandangan politik itu termasuk mengkritik Undang-Undang Keamanan Nasional buatan Tiongkok dan menolak mengakui kedaulatan Tiongkok. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT