31 July 2020, 11:56 WIB

Grosjean Mengaku Telah Berdamai dengan Hamilton


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ROMAIN Grosjean dan Lewis Hamilton telah berdamai dan siap membuka jalan untuk membuat organisasi yang lebih baik serta lebih bersatu dalam aksi antirasisme menjelang GP Britania.

Berbicara dalam konferensi pers virtual dari Sirkuit Silverstone, pembalap Prancis yang juga merupakan direktur Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) mengaku telah berbicara via telepon selama 45 menit dengan Hamilton pada Selasa (28/7) selepas GP Hungaria.

"Saya melakukan pembicaraan yang produktif dengan Lewis," ujar pembalap Haas itu yang dikritik dikritik oleh Hamilton karena tidak mendesak para anggota GPDA untuk menunjukkan persatuan setelah protes di laga pembuka Formula 1, GP Austria.

Baca juga: Norris akan Kenakan Helm Spesial di GP Britania

"Saya meminta maaf," lanjutnya. "Mungkin saya salah. Namun, saya merasa harus melakukannya pada saat itu. Di GPDA, kami bekerja berdasarkan sistem voting matoritas. Saya merasa, sebagai salah satu direktur, saya harus mendengarkan para pembalap. Jika mereka tidak senang, berarti saya tidak menjalankan tugas saya."

"Hamilton mengatakan, sebagai salah satu direktur, para pembalap mendengarkan masukkan Anda. Itu adalah masukkan darinya. Saya rasa, untuk itu, dia benar."

"Saya juga mengatakan bahwa saya sangat tidak senang ketika banyak orang menyebut saya rasis. Itu tidak benar. Saya adalah orang pertama yang mendukung dan mendesak para pembalap untuk berlutut. Saya berharap, suatu hari ini, seluruh dari 20 pembalap akan berlutut," tegasnya.

Hamilton mengaku dirinya merasa perlu berbicara mengenai minimnya kepemimpinan dan persatuan dalam upaya menyatakan sikap antirasisme di Formula 1. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT