31 July 2020, 11:18 WIB

Anies: Titik Penularan Covid-19 di DKI Menyebar begitu Masif


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, saat ini, titik penularan covid-19 menyebar di banyak tempat. Sehingga, katanya, dalam laman daring corona.jakarta.go.id tidak relevan menampilkan warna perihal daerah mana saja yang terpapar virus menular tersebut.

"Di Jakarta ini sudah tidak membicarakan warna lagi. Karena sudah tidak relevan bicara warna. Warna itu relevan di masa-masa awal. Anda sekarang lihat di website corona juga kita tidak pakai warna lagi. Titik-titiknya bisa menyebar begitu banyak," kata Anies di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (31/7).

Dalam website korona Jakarta, sebanyak 3,244 titik di kelurahan terdapat jumlah kasus positif covid-19 aktif. Lalu jumlah kasus positif aktif belum diketahui lokasinya ada 3,417. Untuk jumlah kasus positif aktif tercatat di luar DKI ada 376. Total kasus positif aktif di DKI mencapai 7,037 per hari

Baca juga: Anies Apresiasi Masjid yang Terapkan Protokol saat Salat Id

Untuk keseluruhan kasus positif covid-19 di Ibu kota menembus 20.769 kasus. Dengan 12.801 orang dinyatakan sembuh dan 821 orang meninggal dunia.

Adapun jumlah yang ditest PCR per hari di DKI sebanyak 5,573 orang sehari. Total, jumlah orang dites selama sepekan ialah 43.316 orang.

"Sekarang ini wabahnya sudah menyebar ke begitu banyak tempat dan tidak bisa lagi sekadar ditandai dengan kawasan, kelurahan, atau RW mana," terang Anies.

Metode active case finding atau pelacakan orang yang terjangkit covid-19 diklaim Anies dilakukan di tempat atau lingkup terkecil seperti di keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif.

"Bukan RW tapi RT yang bersangkutan, lebih kecil unitnya yaitu keluarga yang bersangkutan dan tetangganya. Lalu tempat kerjanya, tempat beraktivitas, semua akan tersambungkan, diberitahu dan harus melakukan pemeriksaan pengetesan PCR," pungkas Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. (OL-1)

BERITA TERKAIT