31 July 2020, 10:46 WIB

Trump Mengaku Khawatir Jutaan Suara Hilang dalam Pilpres AS 2020


Faustinus Nua | Internasional

BEBERAPA jam setelah menyarankan penundaan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump, Kamis (30/7), mengatakan dirinya sebenarnya tidak ingin menunda pemungutan suara. Tetapi, dia khawatir jutaan surat suara akan hilang sehingga menyebabkan masalah.

"Saya menginginkan pemilihan dan hasilnya, lebih dari yang Anda inginkan. Saya tidak ingin menunda. Saya ingin mengadakan pemilihan. Tapi saya juga tidak mau harus menunggu tiga bulan dan kemudian mengetahui semua surat suara hilang dan pemilihan menjadi tidak berarti apa-apa," kata Trump seperti dilansir France24.

Trump mengutip laporan media baru-baru ini terkait potensi surat suara terlambat. Hal itu bisa memakan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Trump Desak Pilpres AS Ditunda Akibat Covid-19

"Apakah saya ingin melihat perubahan tanggal? Tidak, tetapi saya tidak ingin melihat pemilihan yang tidak jujur," katanya.

Para kritikus dan bahkan sekutu Trump menolak pernyataan Presiden AS itu. Mereka menyebut pernyataan Trump itu sebagai upaya mengalihkan perhatian dari masalah ekonomi AS yang terus memburuk.

Bahkan, beberapa pakar hukum memperingatkan bahwa komentar-komentar Trump itu dapat merusak kepercayaan pendukungnya dalam proses pemilihan.

Pernyataan Trump di Twitter muncul ketika AS mengalami krisis terbesar dalam satu generasi. Pandemi covid-19 telah merenggut lebih dari 150.000 jiwa, resesi melumpuhkan ekonomi dan bisnis, dan protes nasional terhadap kekerasan polisi dan rasisme.

Pada Kamis (30/7) pagi, pemerintah melaporkan kontraksi ekonomi AS terburuk sejak depresi hebat. PDB negara itu kolaps 32,9% pada kuartal kedua tahun ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT