31 July 2020, 04:42 WIB

Raih Beasiswa di Luar Negeri Harus Dipersiapkan Sejak Dini


mediaindonesia.com | Humaniora

MASA pandemi Covid-19 tampaknya tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk mencari informasi peluang beasiswa mancanegara. Namun untuk bisa mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan di luar negeri tidaklah mudah.

Drs Suradi, Msc yang tiga anaknya lolos mendapat beasiswa belajar di luar negeri mengatakan bahwa trik untuk bisa lolos seleksi beasiswa sebenarnya lebih mudah disiapkan jauh hari sebelumnya idealnya sejak semasa masih di bangku SMP.

“Tetapi jika sudah masa SMA, juga tak masalah, asalkan setiap pelajar sudah memiliki sejumlah ‘tabungan’ berupa prestasi akademik, aktivitas organisasi di sekolah dan luar sekolah, kemampuan bahasa Inggris yang memada baik lisan maupun tulisan dan tentunya keterampilan menulis, khususnya untuk menulis sebuah esai yang biasa disebut  personal statement,” kata Suradi pada acara  Edufair yang SMAN 8 Jakarta secara daring Kamis (30/7).

Pada acara Edufair yang bertema Lebih lanjut ‘Esai dan Strategi Menembus Beasiswa’, Suradi yang dijuga wartawan senior ini mengatakan sebuah esai yang berupa personal statement harus menarik.

Suradi telah berpengalaman dan sukses mendidik ketiga anak-anaknya sehingga lolos beasiswa strata satu  (S1) di Amerika Serikat (AS), Madrid, Spanyol, dan putra ketiga yang juga lolos seleksi masuk sekolah internasional setingkat SMA yakni Knightsbride International School (KSI) di Montenegro, Eropa Selatan,

“Kita harus mampu menunjukkan kelebihan dan keunikan kita pada universitas atau sekolah melalui esai kita. Jangan berbohong, apalagi mencontek esai milik orang lain. Calon yang mengajukan beasiswa harus mampu menuangkan esai tentang  diri, keluarga, aktivitas, karya, dan kelebihan diri kita dalam sebuh esai yang tulis secara jujur,” papar Suradi.

Sementara itu, Chintya Imelda Maidir, Alumni SMAN 8 tahun 1995 yang kemudian melanjutkan ke ITB Bandung dan kini sebagai National Program Coordinator, Knowledge Sector Initiative, Program Kemitraan Indonesia-Australia juga menjelaskan tips sukses meraih beasiswa di luar negeri.

Imelda menekanan pertama yang terpenting adalah bagaimana membangun budaya membaca di kalangan keluara sebagai basis untuk melanjutkan tradisi menulis di kalangan anak-anak kita.

“Tanpa banyakmembaca, tak mungkin anak kita mampu menulis dengan baik, apalagi menulis esai yang dibatas jumlah karakter kata atau hurufnya,” ujar Imelda.

Imelda berhasil mendidik anaknya yang masih remaja untuk terus meningkatkan minat baca dan bahkan sang puteri, Kanaya N.Ozora, yang masih belia, 14 tahun, sudah mampu menghasilkan karya berupa novel berbahasa Inggris berjudul berjudul “Najima” pada 2019 lalu.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepela Sekolah SMAN 8 Jakarta, Rita Hastuti mengatakan, Edufair memberikan sarana informasi luar biasa kepada para siswa dan orang tua yang ingin putra-putrinya melanjutkan kuliah di luar negeri, terutama dengan beasiswa. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT