31 July 2020, 00:36 WIB

Penangkapan Joker Hasil Kerja Sama Polri-Polisi di Raja Malaysia


Zaenal Arifin | Politik dan Hukum

BURONAN kasus korupsi hak tagih Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra ditangkap aparat di Malaysia. Dia dibekuk setelah posisinya terendus aparat.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo, mengatakan penangkapan Joko Tjandra ini berkat kerjasama antara Polri dengan kepolisian Di Raja Malaysia (police to police).

"Kita melakukan kerjasama yang namanya police to police selama satu sampai dua minggu, setelah kita dapat perintah dari presiden dan kapolri," kata Listyo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis malam, 30 Juli 2020.

Listyo mengungkapkan, sebelum timnya tiba di Malaysia, Joko Tjandra sudah diamankan terlebih dahulu oleh pihak Kepolisian Malaysia.

Baca juga ; Penangkapan Joko Tjandra Langsung Dipimpin Kabareskrim

"Prosesnya handing over, setelah diamankan oleh Polisi Di Raja Malaysia, kemudian diserahkan ke kita (Kepolisian Republik Indonesia)," ujarnya.

Joko Tjandra tiba di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 23.18 WIB, setelah diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Joko Tjandra tiba di Gwdung Bareskrim dengan tangan terikat, memakai baju berwarna oranye dan celana pendek. Yang bersangkutan setibanya di Gedung Bareskirm langsung idbawa ke ruangan untuk dimintai keterangan. (Medcom.id/OL-7)

BERITA TERKAIT