31 July 2020, 00:25 WIB

IHW Ajak Pegiat Halal Luar Negeri Ikut Berkurban


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

INDONESIA masih dalam suasana pandemi covid-19 dimana ekonomi nasional mengalami penurunan yang cukup tajam. Gejala ini terjadi diseluruh dunia dimana hampir tak satu negarapun luput dari kontraksi pertumbuhan ekonomi. Pendapatan masyarakat juga sangat jauh menurun. 

Orientasi masyarakat fokus kepada belanja produk kesehatan dan memperkuat imunitas tubuh agar terhindar dari Covid-18. Maka diprediksi permintaan akan hewan kurban akan jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sebagai akibat dari turunnya pendapatan masyarakat. 

Melihat sinyalemen tersebut Indonesia Halal Watch (IHW) mengajak mitra pegiat halal luar negeri dan kaum agnia atau kaum mampu untuk tetap bersemangat berkurban sebagai wujud dari solidaritas dan kesalehan sosial. 

"Alhamdulillah IHW telah berhasil mengajak mitra luar negeri yang selama ini memiliki perhatian terhadap gerakan dan industri halal untuk turut join dalam program IHW berbagi untuk sesama dalam hari Raya Idul Adha. Kali ini Indonesia Halal Watch menggandeng Ishihara Charity Foundation yang memiliki andil besar pada Japan Indonesia Economic Halal Consultant Management (JPI) atau sebuah lembaga yang didedikasikan untuk gerakan halal di Jepang," kata Ikhsan Abdullah, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW). 

Lembaga yang pada Desember 2019 didirikan bekerja sama dengan IHW dan bermarkas di Azabu Plaza 1 Chome 2-18 Minato City, Tokyo, Japan sekaligus sebagai kantor representatif dari LPPOMMUI.

Pemotongan hewan kurban Indonesia Halal Watch dan Ishihara Charity Foundation insya Allah dilaksanakan mulai  31 Juli 2020 dibeberapa kota di Indonesia yang meliputi :Masjid Taqwa Lhong Raya, Kota Banda Aceh;  Masjid Dinul Qoyyimah, Jakarta Utara; Tajug An Nur Cirebon, Jawa Barat; Pati Jawa Tengah; dan Garut Jawa Barat.

Baca juga : Rayakan Idul Adha dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

"Kedepan kami juga sangat berharap dapat menggandeng beberapa lembaga sertifikasi halal luar negeri yang selama ini bermitra dengan Indonesia Halal Watch seperti Sinchung Halal for Taiwan dan lembaga sertifikasi halal luar negeri di Korea dan beberapa di Kawasan Eropa. Langkah kecil yang dilakukan oleh IHW semoga dapat diikuti oleh para agnia dan para dermawan di tanah air," ujar Ikhsan. 

Program itu, lanjut juga sebagai bagian dari partisipasi IHW dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan melawan Covid-19. Tata cara berkurban di masa pandemi, diutamakan dilakukan dengan kerja sama dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terutama bagi yang tempat tinggalnya dekat dengan RPH. 

Sehingga mulai dari proses pemotongan sampai dengan pengolahannya dapat dijamin kebersihannya. Selanjutnya dapat membagikannya dalam bentuk daging qurban yang telah dikemas kepada mereka yang berhak dan diantar kerumah-rumah yang berhak menerima.

"Apabila rumah kita sangat jauh dari lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH), IHW menganjurkan penyembelihan hewan kurban yang akan disembelih adalah hewan yang sehat," tutur Ikhsan. 

Hal tersebut sesuai dengan anjuran MUI yang telah ditetapkan melalui Fatwa MUI No. 36 Tahun 2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat wabah covid-19. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT