30 July 2020, 23:15 WIB

Beijing Minta Eropa Tidak Terlibat dalam Koalisi AS


Faustinus Nua | Internasional

BEIJING berusaha meyakinkan Eropa kalau pihaknya tidak akan membuat perpecahan dan menyerukan benua biru untuk tetap independen dalam menangani hubungan luar negerinya. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio melalui panggilan video pada Rabu (29/7) atau Kamis WIB.

Dikutip South China Morning Post (SCMP), Beijing terus meningkatkan keterlibatannya dengan Eropa dan berusaha untuk mencegah blok tersebut tidak berpihak pada AS. Komentar Wang terbaru terkait serangkaian peringatan kepada mitra Eropa, termasuk Inggris, Prancis dan Jerman, agar tidak terpengaruh tekanan AS.

"(Tiongkok) berharap bahwa pihak Eropa akan mematuhi otonomi strategis dan melanjutkan dari sisi fundamentalnya sendiri, kepentingan jangka panjang dan menjunjung tinggi sikap objektif, adil dan positif dalam hubungan dengan Tiongkok," kata Wang seperti dilansir SCMP.

Wang juga meminta Eropa untuk waspada terhadap negara-negara tertentu yang menghasut oposisi ideologis. Lantaran Beijing menilai hal itu hanya untuk kepentingan nasional mereka tanpa memperhatikan hubungan yang sudah dibangun.

Menurut laporan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Di Maio mengatakan kepada Wang bahwa Italia bersedia memainkan peran penghubung dalam urusan internasional. Italia akan memperluas hubungan Tiongkok-UE.

Di Maio juga berterima kasih kepada Tiongkok karena membantu pasokan medis ke Italia terkait pandemi Covid-19 global.

Menanggapi tekanan AS terhadap sekutunya di Eropa, Beijing menilai sebagai upaya meningkatkan konfrontasi ideologis. AS bergerak cepat untuk merangkul negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis dan Jerman.

"Beberapa pasukan anti-Tiongkok di Amerika telah dengan sengaja menciptakan konfrontasi ideologis dan secara terbuka mengancam negara-negara lain untuk memihak," kata Wang.

Untuk itu, Beijing berharap Eropa akan tetap independen terkait ketegangan Tiongkok-AS. Sehingga, hubungan kerja sama tidak terganggu, sebab Tiongkok selalu siap membalas tindakan dari negara manapun yang mencampuri urusan dalam negerinya.(OL-13)

BERITA TERKAIT