30 July 2020, 22:59 WIB

200 Guru Dilatih Mengedukasi Murid Cegah Karhutla


Yoseph Pencawan | Nusantara

Sinar Mas Agribusiness and Food telah mengajak 200 lebih guru dari enam provinsi di Sumatra berpartisipasi dalam lokakarya virtual untuk
mempelajari teknik kreatif edukasi siswa mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Agus Purnomo, Managing Director Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, ini adalah kali pertama perusahannya memfasilitasi pelatihan bagi para guru secara virtual. "Pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari peluncuran buku cerita dan materi
edukasi Rumbun dan Sahabat Rimba yang diluncurkan awal tahun 2020," katanya, Kamis (30/7).

Terinspirasi dari kisah Rumbun dan Sahabat Rimba, lokakarya virtual yang digelar Rabu (20/7) itu, jelas dia, dirancang oleh praktisi pendidikan Sinar Mas Agribusiness and Food untuk menggantikan pertemuan tatap muka sebagai akibat dari pandemi covid-19 yang melanda dunia dan tanah air.

Kegiatan itu pun merupakan bagian dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang sejak digulirkan lima tahun lalu berfokus pada tiga elemen utama yaitu pencegahan kebakaran, konservasi gambut dan ketahanan pangan. Perusahaannya melihat bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling mengalami dampak negatif dari karhutla. Sehingga anak-anak perlu untuk diedukasi mengapa karhutla harus dihindari dan Sinar Mas memperluas upaya ini melalui jalur pendidikan.

Agus Purnomo mengatakan perusahannya berharap proses belajar ini dapat terus berlanjut dan para guru dapat menerapkannya kepada siswa mereka masing-masing.

Adapun peserta yang mengikuti lokakarya berasal dari beberapa provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki risiko mengalami karhutla. Yakni Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Riau, Jambi, dan Sumatera Utara.

Dia menuturkan, dalam kegiatan pertanyaan banyak datang dari perserta dan sebagiannya dijawab setelah acara melalui e-mail atau WhatsApp karena keterbatasan waktu.

Konektivitas internet di Sumatera sangat bervariasi sehingga lokakarya pun menghadapi tantangannya tersendiri. Beberapa provinsi yang memiliki jaringan internet baik seperti Riau dan Bangka Belitung dapat mengikuti kegiatan tanpa gangguan.

Namun, terdapat provinsi yang hanya bisa mendengarkan audio atau suara tanpa melihat presentasi. Bekerja sama dengan tim di lapangan, materi lokakarya dicetak untuk para peserta yang tidak dapat melihat presentasi karena kendala koneksi internet.

Awalnya dikhawatirkan kendala jaringan akan mempengaruhi antusias para guru untuk mengikuti lokakarya edukasi pencegahan karhutla ini. "Namun tidak disangka, justru mereka mengikuti sampai akhir dan mereka banyak mengajukan pertanyaan kepada pemateri saat itu," kata Muhammad Rozi, Sustainable Palm Oil Officer, Sinar Mas Agribusiness and Food Sumatera Utara yang mendampingi guru.

Adapun buku cerita Rumbun dan Sahabat Rimba dan meteri edukasi lainnya saat ini tersedia dan dapat diunduh secara online. M Rozi memastikan perusahaannya akan meneruskan keterlibatan bersama para guru melalui tips harian yang akan dikirim melalui WhatsApp. Hal ini untuk memastikan mereka mendapat dukungan dalam menerapkan apa yang telah dipelajari selama lokakarya. (OL-12)

BERITA TERKAIT