30 July 2020, 22:41 WIB

Gubernur Sumsel Imbau Keterisian Masjid Hanya 50 Persen


Dwi Apriani | Nusantara

MENJELANG penyelenggaraan Salat Idul Adha, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta agar pengurus dan panitia masjid atau tempat ibadah hanya mengisi 50 persen saja. Hal itu sebagai upaya physical distancing dalam pelaksanaan ibadah di dalam masjid.

"Besok (Jumat) akan dilaksanakan Salat Idul Adha di seluruh masjid. Tapi saya meminta dan mewajibkan agar semua tempat ibadah ini menerapkan protokol kesehatan," kata dia, disela mengecek Masjid Raya Taqwa Palembang, Kamis (30/7).

Untuk tingkat keterisian masjid, harus 50 persen dari jumlah jemaah biasanya. Selain itu juga harus berjarak bagi jemaah yang melaksanakan salat Idul Adha. Untuk itu, panitia masjid harus mengatur jarak bagi tiap jemaah. "Saya minta agar jarak tiap jemaah yang salat diatur, diberi tanda," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kata Herman Deru, harus berlakukan protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing, menyiapkan hand sanitizer dan masker. "Jika membludak, pengurus harus mengatur strategi. Apakah salat diluar area masjid atau dialihkan ke masjid lain," jelasnya.

Herman Deru menuturkan, dirinya tidak membatasi jemaah yang datang, baik jemaah berusia tua ataupun anak-anak. Namun ia meminta agar semua jemaah dapat menerapkan protokol kesehatan. "Sebentar lagi kan aturan mengenai kewajiban protokol kesehatan keluar, jadi semua masyarakat Sumsel harus patuhi aturan," kata dia.

Mengenai penyembelihan hewan kurban, Herman Deru meminta agar menerapkan aturan yang dikeluarkan Kemenag RI. Diantaranya, pemotong hewan kurban harus menggunakan sarung tangan dan lainnya. "Dalam pembagian juga, saya minta diatur. Jangan sampai berkerumun. Penerima hewan kurban diatur seperti dibariskan dengan jarak, ataupun dengan strategi lain seperti dibagikan ke rumah-rumah penerima," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT