30 July 2020, 11:35 WIB

Pandemi Berkepanjangan, Ketahanan Pangan Masyarakat Harus Dijaga


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI covid-19 yang berkepanjangan di Tanah Air dan sebagian besar dunia memang memunculkan kekhawatiran, terutama masalah pangan. Meski pemerintah sudah menerapkan kebijakan fase adaptasi kehidupan baru untuk menggerakan kembali roda perekonomian, tetap saja ada kekhawatiran akan kerawanan pangan.

Untuk itu, dalam upaya membantu pemerintah untuk mengatasi ketahan pangan PT Rekayasa Industri (Rekind) mengedepankan program keberlanjutan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Saat ini pemerintah dan masyarakat aktif memang melakukan penghematan dan menanam berbagai jenis bahan pangan lokal, seperti sayur mayur serta memelihara bibit berbagai jenis ikan tawar.  

Baca juga: Memproduksi Pangan Mandiri untuk Jaga Ketahanan Pangan

Begitu juga halnya dengan warga masyarakat di Gang C dan P RT003/RW 01, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Jauh sebelum muncul Pandemi, mereka sudah aktif dalam kegiatan menanam berbagai jenis sayuran melalui media hydroponik dan memelihara beberapa jenis bibit ikan air tawar  di gang-gang sempit.

Semangat dan antusiasme petani lokal begitu besar, sekalipun lahan yang mereka punya tidak ideal, hanya mengandalkan area-area di atas saluran pembuangan air warga.  Sayangnya, belum banyak pihak yang membuka tangan untuk menangkap peluang akan keberlanjutan kegiatan kemandirian tersebut.

“Untuk itu Rekind hadir dalam kegiatan ini sebagai penyelaras semangat yang ditunjukkan masyarakat untuk bisa hidup lebih mandiri dan bermanfaat, terutama dalam situasi merebaknya covid-19 yang berdampak kurang baik bagi perekonomian, tidak hanya bangsa tapi juga dunia,” ujar Direktur Utama Rekind, Yanuar Budinorman.

Simbol akan komitmen yang ditunjukkan Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (PI) tersebut ditandai dengan Kegiatan Panen Bersama yang dihadiri Direktur SDM & Pengembangan Usaha Rekind, Triyani Utaminingsih dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.   

“Sebagai wujud pembinaan kepada masyarakat, Rekind hadir tidak hanya menangkap peluang, tapi juga membuka hubungan kemitraan antara masyarakat Pengadegan dengan mitra binaan Rekind lainnya.Hasil bercocok tanam dan panen ikan air tawar masyarakat ini dikemas dan dikelola untuk dijual-belikan dengan mitra binaan terkait. Sehingga ada harapan, untuk menjalankan roda perekonomian masyarakat,” ujar Triyani Utamingsih.

Rekind merupakan perusahaan EPCC yang memiliki  keahlian berbasis teknologi. Semangat mereka untuk bisa mengembangkan industri energi nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.  Program CSR yang dikembangkan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (PI) itu pun selalu menyesuaikan konsep teknologi EPCC.

Tanggungjawab sosial Rekind dilakukan sejalan dengan program pengembangan sosial dan kemasyarakatan, yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan  serta kualitas hidup  masyarakat yang dilaksanakan melalui program  kemitraan dan bina lingkungan,” tandas pria yang tidak lama lagi akan meraih gelar doktor tersebut.

“Semoga Kehadiran Rekind disini mampu mambawa energi tersendiri bagi masyarakat, terutama  semangat dalam dalam menghadapi situasi yang tidak mudah seperti sekarang ini. Semoga langkah ini akan terus berlanjut dalam menopang kehidupan masyarakat. Rekind akan selalu hadir untuk negeri demi kemajuan bangsa,” tambah Yanuar. (Ant/A-1)     

BERITA TERKAIT