30 July 2020, 18:15 WIB

Telah Miliki Sistem,Penyaluran Subsidi Kredit BRI Lebih Cepat


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DIREKTUR Utama Bank BRI Sunarso mengatakan hingga Juni 2020 BRI sudah melakukan restrukturisasi kepada 2,88 juta nasabah dengan nilai portofolio Rp179,17 triliun. Sebaran paling besar ada di sektor usaha mikro dengan 1,37 debitur dengan portofolio Rp64,03 triliun.

"KUR 1,37 debitur senilai Rp24,39 triliun, Ritel debitur 99,59 debitur senilai Rp74,01 triliun, konsumer debitur 41,52 senilai Rp10,27 triliun dan usaha menengah serta korporasi hanya 134 nasabah dengan nilai Rp6,46 triliun," ungkapnya dalam acara Indonesia Moving Forward, Kamis (30/7).

Lebih lanjut, Sunarso menegaskan bahwa dengan kredit sebesar itu, perbankan tentu membutuhkan likuiditas. Hal itu karena pihak perbankan menunda angsuran pokok jadi mereka memerlukan likuiditas.

Sumber likuiditas yang diterima oleh pihak perbankan  menurut Sunarso antara lain berasal dari stimulus pemerintah sebesar Rp30 triliun atau Rp10 triliun untuk Bank BRI.

"Itu pun tidak kita gunakan untuk mengganti (likuiditas) ini tapi kita putar untuk memberikan kredit baru. Bagaimana bunganya sekarang, diantara yang direstrukturisasi ini kan ada bunga-bunha yang ditunda dan tidak dibayar. Kemudian itu sebagian dibayarkan pemerintah," sambung Sunarso.

Sunarso menjelaskan realisasi penyaluran stimulus subsidi bunga sampai dengan 29 Juli 2020 oleh Bank BRI sudah mencapai Rp752,1 miliar dan menjangkau  5,25 juta rekening.

"Pemerintah bikin stimulus tetapi stimulus itu disalurkan seperi apa .itu butuh sistem. BRI udah biasa main di segmen ini. Kita sudah siapkan sistemnya, maka dari itu stimulus ini cepat diakses dan direalisasikan," pungkasnya. (E-1)

BERITA TERKAIT