30 July 2020, 15:46 WIB

Ini Strategi Bertahan-Menyerang BKPM Tarik Investasi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pihaknya memiliki strategi bertahan dan menyerang dalam menarik investasi masuk ke Indonesia. Itu bertujuan agar investasi yang masuk ke dalam negeri merupakan investasi yang berkualitas.

"Strategi bertahan dan menyerang itu artinya, yang ada di dalam negeri, kita selesaikan semua urusannya. Baik itu PMDN yang ekspansi, UMKM, investor yang mangkrak, kita selesaikan. Itu bertahannya, kita maksimalkan. Kemudian kita menyerang, sekali-kali menyerang, jangan terus-terusan. Karena apa? Kondisi di luar itu FDI (Foreign Direct Investment) dunia itu menurun 30%-40%. Maka kita membidiknya itu membidik yang pas," tutur Bahlil dalam Dialog Spesial Indonesia Berbicara bertajuk Strategi Bertahan-Menyerang Gaet Investasi yang diselenggarakan Media Indonesia secara virtual, Kamis (30/7).

Dalam konteks menyerang, Bahlil mencontohkan terkait relokasi 7 perusahaan dari Tiongkok ke Tanah Air. Beberapa di antaranya sudah melakukan groundbreaking dan akan mulai berproduksi pada Desember 2020.

Selain itu, Bahlil menyatakan, saat ini terdapat 17 perusahaan lain yang sedang difasilitasi oleh BKPM ditambah dengan 119 perusahaan lain yang potensial akan berinvestasi di Indonesia.

"Sedang kita lakukan komunikasi. Jadi jangan menyerang saja kepada sesuatu yang belum pasti tapi yang di depan mata tidak kita clear-kan. Jadi kita clear-kan dulu yang di depan mata, yang sungguh-sungguh tapi, bukan yang bohong-bohong, kita percepat izin mereka, kita kasih insentif kalau memang dia membutuhkan, kita urus lahan mereka. Negara harus hadir," kata Bahlil.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam masa krisis akibat pandemi covid-19, pengusaha merupakan pahlawan ekonomi nasional. Sebab, melalui mereka investasi berasal dan berujung pada pembukaan lapangan kerja yang luas untuk masyarakat Indonesia.

Pemerintah turut berperan untuk melayani masyarakat, dalam hal ini menjadi katalis bagi dunia usaha tanpa meningabaikan kebutuhan rakyat untuk mendapatkan pekerjaan. Peranan berbagai pihak juga dibutuhkan untuk mendorong investasi berkualitas bisa masuk, oleh karenanya Bahlil mengajak agar menghilangkan ego dan mendahulukan kepentingan negara.

"Dalam posisi ini tidak boleh ada yang merasa lebih hebat. Karena bangsa ini harus out of the box. Ini di luar kelaziman. Jadi jangan pakai cara normal, cara tidak normal harus dipakai. Makanya di BKPM kita tidak lagi boleh merasa seperti yang paling dibutuhkan. Harus duduk sama rendah, berdiri sama tinggi mencari solusi yang terbaik, bagaimana memberikan suatu langkah komperehensif dan terukur untuk pemulihan ekonomi nasional," pungkas Bahlil. (E-3)

BERITA TERKAIT