30 July 2020, 14:53 WIB

Jadi Klaster Covid-19, PGI Imbau Gereja Lakukan Ibadah Daring


Thomas Harming Suwarta | Humaniora

PERSEKUTUAN Gereja-gereja Indonesia (PGI) mengimbau pelaksanaan ibadah dilakukan secara daring. Hal ini menyusul adanya laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terkait tiga gereja di Jakarta yang menjadi klaster baru virus korona dengan 29 kasus positif.

"Sesungguhnya PGI menekankan kepada gereja-gereja untuk tidak terburu-buru membuka gereja dan lebih baik tetap menyelenggarakan ibadah dari rumah masing-masing secara virtual," kata Ketua Umum PGI Gomar Gultom kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/7).

Dikatakan Gomar, selama ini pihaknya telah menyebarkan pedoman pelaksanaan ibadah termasuk meminta gereja-gereja untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama peribadatan berlangsung.

"Pertama-tama, kami sudah menyebarkan pedoman atau semacam protokol yang sangat ketat bagi gereja-gereja dalam menyelenggarakan peribadatan di gereja seturut protokol kesehatan menghadapi pandemi virus korona," ungkapnya.

Baca juga: PGI Paparkan Tata Cara Pemakaman Jenazah Penderita Covid-19

Bukan hanya itu, pada para jemaat, Gomar juga mengimbau untuk mematuhi protokol kesehatan demi menekan penyebaran virus korona. PGI mengimbau seluruh gereja untuk mendidik warga, mendisiplinkan diri dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan seraya meningkatkan sistem kekebalan tubuh warga.

"Kunci dari semua ini adalah disiplin," imbuhnya.

PGI, lanjut Gomar, meminta gereja-gereja untuk tidak terburu-buru membuka kembali ibadah tatap muka.

"PGI sangat menekankan untuk perlunya tetap di rumah karena penyebaran virus ini masih belum terkontrol sebagaimana terbukti angka kasus positif baru terus meningkat dari hari ke hari. Di lain sisi juga banyak kasus orang tanpa gejala," tuturnya.

Meski sebagian gereja telah mematuhi pedoman yang diberikan PGI namun masih ada juga yang tidak menaati protokol kesehatan.

"Sebagian gereja mematuhinya, sayangnya beberapa gereja sudah menyelenggarakan ibadah karena menganggap keadaan sudah aman. Padahal kondisi kita saat ini belum aman," pungkas Gomar.(OL-5)

BERITA TERKAIT