30 July 2020, 12:31 WIB

Pemerataan Distribusi BBM, Pertamina Buka Pertashop Di Perdesaan


Agus Utantoro | Nusantara

GUNA memperluas jangkauan layanan dan pemerataan distribusi BBM maupun  LPG (elpiji) hingga di pelosok perdesaan, PT Pertamina (Persero) membuka outlet Pertashop di berbagai daerah termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pjs. General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo menerangkan lewat keterangan tertulis, Kamis (30/7) saat ini tersedia 6 unit Pertashop di Provinsi DIY.

"Pertashop di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tersebar di Kabupaten Gunungkidul, tiga unit yaitu Desa Sidoharjo, Girimulyo, dan Jurangrejo. Di Kabupaten Kulonprogo, dua unit, yakni di Desa Ngargosari dan Giripurwo, dan satu unit di Sleman tepatnya di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan," jelas Pramono.

Keenam Pertashop tersebut semuanya dipasok dari Fuel Terminal Rewulu. Ia kemudian berharap jumlah Pertashop di Provinsi DIY akan terus bertambah seiring ketersediaan perangkat dan kesiapan lokasi desa yang dituju untuk didirikan Pertashop. Menurut Pramono, Pertamina juga telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) untuk  menjamin ketersediaan energi hingga daerah-daerah pelosok melalui Pertashop. Harapannya di setiap kecamatan di seluruh Indonesia, khususnya di DIY. Paling tidak terdapat satu outlet layanan Pertamina yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia nantinya.

"Kami membuka peluang kerjasama bagi pemerintah daerah maupun pihak lainnya yang tertarik untuk menjalankan usaha Pertashop dan utamanya belum tersedia layanan penyalur BBM dan LPG di tingkat desa atau kecamatan. Hal tersebut untuk mempercepat pencapaian OVOO dan juga dapat meningkatkan perekonomian desa," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond). Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerja sama yakni Skema Investasi oleh Pertamina dan Skema investasi oleh lembaga di desa.

"Kedua skema tersebut ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan Pemerintah Daerah. Adapun penentuan skema, Pertamina menyerahkan pada pilihan mana yang dinilai menguntungkan oleh mitra," tambah Pramono.

baca juga: Jelang Idul Adha, Pertamina Pastikan LPG di Sumbagsel Aman

Kendati dioperasikan di tengah desa, Pramono meyakinkan Pertashop yang dijalankan Pertamina telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan atau HSSE (Health, Safety, Security & Environment) dalam pengoperasiannya sehingga aman untuk dioperasikan di tengah masyarakat perdesaan.

"Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur produk Pertamina yang legal atau memiliki izin resmi dari Pertamina selain SPBU. Kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk mendapatkan produk BBM dan LPG di Lembaga penyalur resmi Pertamina," jelas Pram. (OL-3)

BERITA TERKAIT