30 July 2020, 12:18 WIB

Harga Daging Mameugang di Aceh Tembus Rp200 Ribu Per Kg


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

HARGA daging pada hari mameugang pertama, Rabu dan Maeugang kedua Kamis (30/7) di Provinsi Aceh berkisar 150.000/kg hingga 200.000/kg.Tingginya harga tersebut ditenggarai karena mahalnya harga kebau dan sapi lokal di provinsi paling barat Indonesia itu. Apalagi permintaan hewan ternak pada musim meugang Idul Adha lebih banyak, karena bersamaan dengan masa kurban di awal hari raya.

Mameugang adalah tradisi makan lauk daging dua hari sebelum Bulan Ramadan, dua hari sebelum Lebaran Idul Fitri dan dua hari menjelang Idul Adha. Bagi warga di Aceh yang tidak sanggup membeli dahing pada hari tradisi turun temurun ini, akan dibantu dan disumbangkan oleh sanak keluarga atau orang lain yang berkemampuan.

Sesuai pemantauan mediaindonesia.com di Pasar Garot Kecamatan Indrajaya dan Pusat Pasar Daging Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, harga daging kerbau Rp180.000/kg. Adapun daging sapi sedikit lebih rendah yakni Rp160.000/kg. Lebih tinggi harga daging kerbau karena warga Pidie lebih suka mengkonsumsi daging kerbau.Sedangkan di di Pasar Inpres Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, harga daging kerbau mencapai Rp200.000/kg.

"Warga Aceh Selatan kurang berinat daging sapi. Apalagi di hari mameugang, dari turun temurun sudah terbiasa dengan lauk daging kerbau" tutur Darman, warga Tapak tuan.

baca juga: 

Berbeda dengan di Bada Aceh, harga daging sapi lenih murah yakni Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kg. Sedangkan daging kerbau Rp170.000/kg. Tapi penjualan daging kerbau sangat sedikit. Mahalnya harga daging kerbau dan sapi, membuat wagra membeli secukupnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ada juga wwarga memilih membeli daging ayam atau itik.

"Harga daging di Aceh memang mahal. Apalagi daging ternak lokal yang piaraan warga tentu lebih mahal lagi" tutur Fazli, pengamat masalah pasar hewan di Aceh. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT