30 July 2020, 11:40 WIB

Kinerja WSBP Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi


Raja Suhud | Ekonomi

Di tengah kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, yang berdampak dunia usaha di Indonesia, PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP)  mampu meraih kinerja positif. 

Sesuai laporan keuangan indikatif Triwuan II tahun 2020, WSBP mampu mencatatkan laba bersih dan arus kas operasional positif. 

Selain itu, rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP diindikasikan masih rendah yaitu di bawah 1 kali, jauh dari batas maksimal yang ditentukan yaitu sebesar 2,5 kali. Hal tersebut mengindikasikan bahwa WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar.

Meluruskan pemberitaan di beberapa media terkait penundaan pembayaran bunga obligasi, yang sesungguhnya terjadi hanyalah karena adanya kendala teknis saat pengiriman dana bunga obligasi  kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

WSBP telah melakukan pengiriman dana pada tanggal 29 Juli 2020 dan akan efektif di rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada tanggal 30 Juli 2020, di mana sesuai dengan tanggal  jatuh tempo pembayaran bunga obligasi WSBP.

Selain itu, WSBP tetap produktif menghasilkan inovasi produk, antara lain tiang listrik beton, bantalan jalan rel, dan spun pile berdiamater 1,2 m dan panjang 50 m (pertama di Indonesia dan Asia Tenggara). Perusahaan juga memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura. Untuk meningkatkan kinerja bisnis, perusahaan akan terus meningkatkan penjualan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar eksternal. 

“Tentunya kami ingin porsi nilai kontrak eksternal meningkat,” ujar Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho.

Sebagai perusahaan yang memiliki 9 Plant, 73 Batching Plant, 5 Quarry, dan proyek-proyek besar infrastruktur, WSBP berkomitmen penuh untuk berkontribusi aktif untuk menciptakan CSR yang berkelanjutan/sustainability yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Hal ini dibuktikan pada tahun 2020, perusahaan berhasil meraih penghargaan CSR Award dari Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni. (RO/E-1)
 

BERITA TERKAIT